New York, Gontornews — Komite kredensial PBB memutuskan untuk tidak memberikan perwakilan Afghanistan dan Myanmar kesempatan untuk berbicara dalam Majelis Umum PBB. Komite menjelaskan keputusan tersebut terjadi setelah munculnya persaingan klaim kursi PBB untuk Afghanistan dan Myanmar di New York.
Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi, pekan lalu telah meminta kepada PBB untuk mengizinkan pihaknya berbicara di Majelis Umum PBB. Taliban lantas menunjuk juru bicara kelompok Islam yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen, sebagai duta besar Afghanistan untuk PBB.
Sementara itu, duta besar Afghanistan, Ghulam Isaczai, juga terus berupaya untuk memperbaharui akreditasinya agar dapat berbicara mewakili Afghanistan. Namun, Isaczai memutuskan untuk mundur pada Ahad (26/9/2021) malam. Reuters berusaha untuk mengonfirmasi putusan tersebut kepada Isaczai namun urung mendapatkan tanggapan dari yang bersangkutan.
Selain Afghanistan, Myanmar juga tidak mendapatkan kesempatan untuk berpidato pada perhelatan Majelis Umum PBB tahun ini. Kudeta militer terhadap kepemimpinan terpilih pada 1 Februari menjadi penyebab terhalangnya Myanmar pada majelis tingkat tinggi PBB tersebut.
Masalah akreditasi PBB merupakan kewenangan komite sembilan negara termasuk Amerika Serikat, Cina dan Rusia. Secara rutin, kesembilan negara anggota kredensial bertemu dan berkumpul pada Oktober dan November.
Sampai komite kredensial membuat keputusan, Ghulam Isaczai dari Afghanistan dan Kyaw Moe Tun dari Myanmar akan tetap duduk sebagai perwakilan yang sah di PBB. [Mohamad Deny Irawan]



















