Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia mengonfirmasi 51 kasus baru COVID-19, Sabtu (25/4) siang. Namun, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengonfirmasi kenaikan jumlah pasien sembuh lebih tinggi dari pada penambahan kasus baru.
Ia menambahkan total infeksi COVID-19 di Malaysia, Sabtu (25/4) mencapai 5.742 kasus sementara kasus pasien sembuh mencapai 3.762 kasus. Artinya, dua pertiga pasien kasus COVID-19 di Malaysia dinyatakan sembuh.
“Dengan demikian, total kasus COVID-19 yang aktif dan menular mencapai 1.882 kasus,” kata Noor Hisham Abdullah, sebagaimana dilansir Malay Mail.
Sementara kasus kematian akibat korona di negeri Jiran pada Sabtu (25/4) bertambah 2 kasus sehingga menjadi 98 kasus kematian yang terkonfirmasi.
Dua kematian tersebut terjadi pada seorang pria lokal berusia 62 tahun di Rumah Sakit Sungai Buloh. Selain COVID-19, pasien kematian nomor 97 diketahui memiliki riwayat penyakti jantung sebelum akhirnya meninggal dunia.
Sementara kasus COVID-19 nomor 98 melibatkan wanita berusia 62 tahun dengan riwayat hipertensi di Rumah Sakit Kuala Lumpur.
Sebagaimana diketahui, jumlah pasien COVID-19 di Malaysia berada dalam tren menurun. Pemerintah juga mencatat bahwa 36 kasus masih membutuhkan perawatan intensif sementara 16 lainnya masih menggunakan ventilator.
Jumlah kasus pasien sembuh COVID-19 di Malaysia mencapai 65,5 Persen. Sementara prosentasi angka kematian di Malaysia mencapai 1,72 persen. Secara global, prosentasi angka pemulihan di Malaysia mencapai 28,5 Persen sementara angka kematian mencapai 6,96 Persen.
Meski demikian, Noor Hisham memperingatkan semua warga untuk tidak bergembira dengan angka-angka tersebut. Ia pun memastikan bahwa pemerintah belum memastikan apakah akan melonggarkan penguncian wilayah.
“Kenyataannya adalah bahwa perang melawan musuh yang tidak terlihat ini belum berakhir,” pungkas Noor Hisham. [Mohamad Deny Irawan]


















