Jakarta, Gontornews–Pimpinan Koalisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, mengaku sudah memaafkan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang telah menjebloskan Anwar dalam penjara. “Pemenjaraan saya selama 3,5 tahun atas putusan Najib, saya secara pribadi memaafkan beliau,” ungkap Anwar Ibrahim dalam acara yang digelar Executive Centre for Global Leadership (ECGL) di Jakarta, Rabu (4/7/2018) kemarin.
Najib saat ini sedang menghadapi kasus dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Seperti dilansir Anadolu Agency, Anwar mengatakan soal merampok hak rakyat, mencuri uang rakyat. “Menzalimi rakyat, itu bukan kuasa saya. Oleh karena ada tuduhan itu, yang melibatkan beliau terhadap 1MDB, beliau harus bertanggung jawab di pengadilan,” ungkapnya seperti dilansir Anadolu Agency.
Anwar juga bercerita tentang hubungannya dengan PM Malaysia saat ini yaitu Mahathir Muhammad. Diceritakannya pada suatu kesempatan, mereka bertemu. “Mahathir berkata, kita telah berselisih. Namun kini Malaysia membutuhkan kita, untuk mengganti penguasa yang korup. Saya katakan ke Pak Mahathir, saya sudah memaafkan Anda. Ini demi negara, dan sekarang saya harap kita bisa sukses demi Malaysia. Mahathir mengatakan dulu saya seharusnya tidak penjarakan Anda,”ungkapnya
Sebelumnya, Anwar Ibrahim mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Sungai Buloh, Malaysia, sejak Februari 2015 usai menerima vonis 5 tahun penjara atas kasus sodomi terhadap mantan asisten pribadinya. Vonis itu dinilai kontroversial dan disebut sebagai upaya mendiskreditkan Anwar Ibrahim dalam peta politik di Malaysia. [Muhammad Khaerul Muttaqien]























