Sigi, Gontornews — Banjir bandang di Kabupaten Sigi merusak dan merendam rumah warga dengan lumpur. Akibatnya, sejumlah warga mengungsi dan dua orang meninggal dunia dalam bencana ini. Belum dapat dipastikan jumlah warga maupun bangunan terdampak di Dusun III Pangana, Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ini sampai. Namun, hasil asesmen tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan jumlahnya sekitar puluhan rumah terendam lumpur pada Kamis (12/12) malam.
Sementara dua korban jiwa, yakni seorang ayah dan anaknya, masing-masing korban yang berumur 50 tahun dan 10 tahun tersebut sedang terlelap ketika banjir datang dan tidak sempat menyelamatkan diri hingga arus deras membawa tubuh mereka.
Afandi dari Tim MRI-ACT Sulawesi Tengah yang ada di lokasi mengatakan, banjir sudah mulai surut sekitar pukul 10 malam tadi. Sejumlah warga bahu-membahu menyelematkan barang berharga dan membantu evakuasi warga lainya yang masih terjebak banjir. Warga terdampak juga kini mengungsi di beberapa titik.
“Rumah mereka ada yang mengalami kerusakan dan juga ada yang terendam lumpur, sehingga untuk sementara belum dapat ditinggali kembali. Ada tiga titik pengungsian untuk warga, yakni di Sekolah Dasar Bala Keselamatan, kantor camat, dan hunian sementara yang diberikan pascagempa 2018 kemarin. Beberapa warga juga ada yang mengungsi ke rumah kerabat mereka,” ujar Afandi dilansir dari laman actnews.
Tim MRI-ACT Sigi kini masih berada di lokasi untuk membantu warga membersihkan barang-barang mereka dan melakukan asesmen untuk menurunkan bantuan. Rencananya, Jumat (13/12) siang beberapa bantuan akan sampai ke lokasi.
“Bantuan sedang dalam perjalanan. Rencananya untuk warga terdampak akan kita berikan bantuan berupa paket pangan siap santap,” jelas Afandi. Ia juga mengatakan warga kini membutuhkan sejumlah bantuan berupa selimut, alat pengusir nyamuk, makanan dan minuman, tikar atau alas tidur. [ACT]



















