London, Gontornews — Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, Kamis (20/10/2002), mengundurkan diri dari jabatannya hanya enam pekan sejak resmi menjabat menggantikan Boris Johnson. Truss mundur setelah program ekonominya mengejutkan pasar serta memecah dukungan dari Partai Konservatif yang mengusungnya.
Truss menerima bahwa ia telah kehilangan kepercayaan dari partainya dan mengatakan akan mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris pekan depan. Pernyataan ini membuat Truss sebagai Perdana Menteri Inggris dengan masa jabatan terpendek sepanjang sejarah.
“Saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja untuk memberitahu bahwa saya mundur dari pemimpin Partai Konservatif,” kata Truss dari Kantor Perdana Menteri Inggris, Downing Street Nomor 10.
Pada hari Rabu (19/10/2022), Truss mengaku bahwa ia adalah pejuang dan bukan orang yang mudah menyerah. Tetapi, ia sadar bahwa dirinya tidak lagi bisa memenuhi janji-janji yang membuatnya memenangkan kepemimpinan di Partai Konservatif.
Rencananya, pemilihan kepemimpinan baru sebagai Perdana Menteri Inggris akan selesai pada 28 Oktober mendatang. Banyak pihak memprediksi sejumlah tokoh seperti mantan Menteri keuangan Rishi Sunak dan Penny Mordaunt, mantan Menteri Pertahanan, hingga mantan Perdana Menteri Boris Johnson akan mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris menggantikan Truss.
Sejak resmi duduk sebagai Perdana Menteri Inggris pada 6 September lalu, Truss melakukan tindakan tegas dengan memecat Menteri Keuangan dan sekaligus sekutu politiknya, Kwasi Kwarteng. Tidak hanya itu, Truss juga meninggalkan hampir semua program ekonominya setelah rencana pemotongan pajak besar-besaran telah menghancurkan nilai mata uang Poundsterling dan obligasi nasional. Akibatnya, kepercayaan pendukungnya di parlemen, dari Partai Konservatif yang mengusungnya, seketika runtuh.
Setelah memecat Kwarteng, pada hari yang sama, Truss kehilangan dukungan 2 dari 4 menteri senior pemerintah.
Dalam pidato singkatnya, Truss mengatakan ia telah menjabat sebagai pemimpin sebuah negara yang sedang menghadapi ketidakpastian besar.
“Saya mengakui, mengingat situasinya, saya tidak dapat menyampaikan mandat yang membuat Partai Konservatif memilih saya,” tutup Truss sebagaimana dilansir AFP. [Mohamad Deny Irawan]






















