Jakarta, Gontornews– Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, setidaknya ada 72 jaringan internasional narkotika yang beroperasi di Indonesia. Salah satunya punya nilai transaksi sampai Rp 3,6 triliun per tahun.
“Kalau dirata-rata ada Rp 1 triliun per jaringan, berarti ada Rp 72 triliun belanja narkoba setiap tahunnya,” kata sosok yang akrab disapa Buwas ini.
Untuk menekan ruang gerak jaringan narkoba internasonal, pihaknya menjalin kerjasama dengan otoritas Jasa Keuangan. Kerjasama ini langsung ditandatangani oleh Kepala BNN Drs Budi Waseso (Buwas) dan Ketua Dewan Komisioner OJK DR Muliaman D Hadad di Menara Radius Prawiro, Jl M H Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (19/8) .
Dalam rilisnya, BNN menilai OJK merupakan institusi yang sangat strategis guna mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia. Selalu ada perputaran uang yang sangat besar disetiap tindak pidana Narkotika yang berhasil di ungkap.
Untuk itu, melalui kerjasama ini BNN berharap OJK dapat mendukung upaya penanganan permasalahan narkotika dengan memanfaatkan dan melibatkan seluruh potensi yang ada melalui peningkatan literasi dan edukasi keuangan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Hal lain yang diharapkan dari kerjasama ini adalah upaya mempersempit ruang gerak sindikat dengan memperketat sistem pengawasan keuangan, termasuk mendukung pembekuan rekening bank para bandar dan pengedar narkoba. “Dengan begitu, sindikat Narkotika akan ‘miskin’ dan jaringannya akan lumpuh dengan sendirinya,” demikian rilis yang dilansir dari laman bnn. [Ahmad Muhajir/DJ]























