Bangui, Gontornews — Sebanyak 13 orang dilaporkan tewas akibat kekerasan sektarian yang telah memicu kekhawatiran genosida terus meningkat di Bria, Republik Afrika Tengah (CAR). Demikian kata seorang dokter setempat, Ahad (20).
Bentrokan yang terjadi sekitar 450 kilometer dari ibukota CAR, Bangui, itu melibatkan kelompok pemberontak mayoritas Muslim dan sebuah kelompok bersenjata Kristen yang disebut anti-Balaka.
“Tiga belas mayat ditemukan pada hari Sabtu setelah pertempuran sengit antara pasukan swakarsa dan bagian dari FPRC Abdoulaye Hissene,” kata Michel Ambapo kepada kantor berita AFP, merujuk masing-masing kepada anti-Balaka dan sebuah faksi dari koalisi pemberontak yang dikenal sebagai Seleka.
“Sedikitnya 20 orang yang terluka dirawat di rumah sakit, kebanyakan dari mereka adalah pejuang di kedua belah pihak dan beberapa warga sipil,” tambah dokter tersebut.
“Jumlah total tewas sejak pertempuran meletus beberapa hari sebelumnya sekitar 30 orang,” kata Ambapo.
Sementara pasukan penjaga perdamaian PBB, yang dikenal sebagai MINUSCA, tidak melaporkan jumlah korban. [Rusdiono Mukri]























