Beijing, Gontornews — Badan cuaca nasional Cina, Jumat (02/06/2023), melaporkan gelombang panas yang menerjang Cina bagian Selatan. Dalam laporannya, Pusat Meteorologi Nasional (National Meteorological Center/NMC), sejak 26 Mei, beberapa daerah di Provinsi Zhejiang, Fujian, Jiangxi, Hunan dan Guandong mencatatkan peningkatan suhu antara 35 derajat Celcius hingga 40 derajat Celcius di Provinsi Sichuan dan Yunnan.
Kepala prakiraan cuaca NMC, Chen Tao, menjelaskan bahwa peningkatan suhu secara ekstrem disebabkan oleh Topan Mawar di sekitar wilayah tersebut. Saat topan bergerak, tekanan suhu tinggi khas subtropis semakin menguat dan meluas area dampak hingga ke wilayah selatan Sungai Yangtze. Mereka memperkirakan gelombang panas akan berlangsung hingga Senin mendatang.
Media lokal Cina, China Daily, mencatat ketinggian air di Danau Dongting ‘hanya’ 23,33 meter atau 3,6 meter lebih rendah dari ketinggian rata-rata sepanjang tahun ini. Level ketinggian danau air tawar terbesar kedua di Cina tersebut menjadi yang terendah sepanjang sejarah.
Tidak hanya itu, provinsi Hunan, yang selama ini mendapatkan curah hujan melimpah, mengalami penurunan curah hujan sepanjang tahun ini. Departemen meteorologi dan hidrologi, hingga Rabu (31/05/2023), mencatat akumulasi curah hujan di provinsi itu hanya 563 milimeter atau 11,6 persen lebih rendah dari rata-rata curah hujan untuk periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada 3 Mei yang lalu, badan meteorologi dunia (World Meteorological Organization/WMO), mengatakan fenomena El Nino akan mempengaruhi cuaca di seluruh dunia dalam rentang sembilan hingga dua belas bulan dalam satu periode.
Beberapa lembaga memprediksi El Nino akan mempengaruhi peningkatan suhu secara global pada 2023 atau 2024 mendatang. [Mohamad Deny Irawan]























