Beijing, Gontornews — Pemerintah Cina melarang masuk warga sejumlah pelacong asal negara dengan tingkat infeksi Covid-19. Negara-negara yang mendapatkan pelarangan masuk oleh Pemerintah Cina yaitu Inggris, Belgia dan Filipina. Sementara pelancong asal Amerika Serikat, Perancis dan Jerman, Pemerintah Cina memperbolehkan masuk dengan mengikuti tes tambahan.
Kedutaan Besar Cina untuk Inggris, secara tegas, menagguhkan seluruh warga negara non-Cina yang bepergian dari Inggris sekalipun memiliki visa atau izin tinggal. Kebijakan serupa terjadi untuk negara seperti Belgia dan Filipina yang mengumumkan pembatasan wisatawan dari kedua negara.
Pemerintah Cina berdalih kebijakan ini terkait dengan makin meningkatnya angka kematian Covid-19 bagi warga Inggris. Sejauh ini, Inggris tercatat sebagai negara dengan angka kematian tertinggi di Eropa dan mencatatkan, rata-rata 20.000 kasus positif Covid-19 setiap hari.
Semenetara Belgia mencatatkan diri sebagai negara dengan konfirmasi kasus perkapita tertinggi di Eropa. Pun dengan Filiipina, menjadi negara kedua dengan kasus positif Covid-19 serta angka kematian tertinggi di Asia Tenggara setelah Indonesia.
Mulai 6 November, semua penumpang asal Amerika Serikat, Perancis, Jerman dan Thailand yang menuju Cina wajib menjalani tes asam nukleat. Mereka juga wajib menjalani tes darah untuk antibodi setidaknya 48 jam sebelum mereka melakukan perjalanan menuju Cina.
“Tiket terjual habis dalam hitungan detik. Semua orang berebut untuk melewati tenggat waktu,” kata seorang warga Cina yang hendak bepergian dari Settle menuju Cina, Linyi Li.
“Saya terburu-buru untuk menjual barang keluarga saya beberapa hari terakhir andai saya tidak bisa kembali ke Amerika,” imbuhnya kepada Reuters.
Selain Amerika, Perancis, Jerman dan Thailand, kebijakan tes tambahan juga diberlakukan kepada warga Australia, Singapura dan Jepang mulai 8 November. [Mohamad Deny Irawan]




















