pesanan-baju-kaos
34 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 3 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Dilarang Cerdas

Oleh : Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
6 December 2018
in Kolom
0
Seruan Rasulullah Kepada Para Penguasa

Mungkin ada benarnya apa yang diungkapkan oleh pujangga Ronggowarsito bahwa zaman udah edan, siapa yang tak ikut edan maka tak kebagian. Namun, meski demikian, tuturnya, manusia terbaik adalah mereka yang selalu ingat dan waspada.

Mungkin frase ‘zaman edan’ yang dimaksud oleh sang pujangga adalah semacam hegemoni zaman di mana manusia dipaksa untuk mengikuti arus itu, jika tidak maka tak dapat bagian, dan jika melawan, maka harus berani menanggung risikonya.

Kita tinggalkan sejenak sang pujangga, kita terbang jauh ke zaman para Nabi. Para Nabi adalah manusia pilihan Allah yang diutus dalam sebuah hegemoni zaman yang penuh kezaliman. Musa diutus di tengah hegemoni kezaliman Fir’aun. Nabi Muhammad diutus di tengah hegemoni Abu Jahal atau jahiliyah.

Baik zaman hegemoni Fir’aun maupun zaman Abu Jahal, selain disebut zaman kebodohan, juga bisa disebut sebagai zaman edan. Sebab perilaku manusia pada zaman itu tidak didasarkan oleh akal sehat dan tidak didasarkan oleh petunjuk Allah. Jahiliyah tentu tidak diukur berdasarkan rendahnya IQ ala Barat.

BACA JUGA

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

Di Bawah Asuhan Gontor

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Istilah jahiliyah adalah istilah Arab yang berasal dari kata al jahl yang artinya kebodohan.

Makna jahiliyah tidak terlepas akar sejarahnya di mana terdapat kondisi kebodohan masyarakat Arab, yang menurut Ibn Utsaimin dalam al Qoul al Mufid, ditandai dengan tidak kenalnya hak Allah dan hak makhluk. Tiadanya cahaya Islam, membuat bangsa Arab saat itu mencapai kebodohan dan kerusakan kehidupan akibat sistem hidup yang batil.

Jahiliyah menurut Al Amir Syakib Arsalan merujuk pada sebuah kondisi bangsa Arab pra Islam pola pikir dan pola perilaku yang sangat jauh dari nilai-nilai kemuliaan agama. (lihat, Al Amir Syakib Arsalan Mangapa Kaum Muslimin Mundur, 1954, Bulan Bintang. hlm. 7).

Ahmad Ratib Armush, menggambarkan zaman Jahiliyah pra Islam dengan mengutip perkataan Ja’far, ”Wahai Raja dulu kami adalah bangsa Jahiliyah (bodoh) yang menyembah berhala, mengonsumsi bangkai, melakukan perbuatan keji, memutuskan silaturahmi, melukai tetangga, dan orang yang kuat di antara kami memangsa yang lemah. Kami seperti itu sampai Allah mengutus seorang Rasul dari bangsa kami kepada kami” (dikutip dari Ibnu Hisyam, as Syirah, j.1, hlm. 359).

Zaman kebodohan pada saat Musa diutus dikuasai oleh rezim Fir’aun. Zaman kebodohan pada saat Rasulullah dikuasai oleh rezim Abu Jahal. Abu Jahal artinya bapaknya kebodohan. Saat Rasulullah membawa obat kebodohan yakni kecerdasan, serta merta ditolak.

Islam adalah risalah dari Allah untuk membebaskan belenggu kebodohan yang dibawa oleh Rasulullah. Islam menawarkan solusi sempurna atas kejahiliahan pada zamannya. Namun dalam hegemoni jahiliyah, ternyata dilarang cerdas. Rezim Abu Jahal menghadang, menjegal, menfitnah, dan bahkan melakukan penyiksaan dan pembunuhan kepada para sahabat Rasul.

Prof. Dr. Muhammad Rawwas Qol’ahji menggambarkan kondisi bangsa Arab pra Islam dalam bukunya Sirah Nabawiyah, Sisi Politis Perjuangan Rasulullah SAW dengan adanya enam bentuk kezaliman dan kesesatan akibat sistem jahiliah saat itu. Di antaranya adalah kezaliman ekonomi, politik, sosial, jiwa, kesesatan pemikiran dan kesesatan aqidah.

Jika Islam yang dibawa Rasulullah adalah semacam anti tesis atas hegemoni jahiliyah, maka dapat dimaknai bahwa kecerdasan adalah keimanan dan ketaqwaan, bukan semata tingginya IQ. Manusia cerdas adalah manusia yang beriman dan bertaqwa. Negara cerdas adalah negara yang beriman dan bertaqwa. Pemimpin cerdas adalah pemimpin yang beriman dan bertaqwa.

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran [QS Az Zumar : 9].

Dalam konteks ideologi, maka Islam adalah ideologi cerdas karena merujuk kepada akal sehat dan wahyu Allah. Sebab al Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang bertaqwa. Sementara kapitalisme sekuler dan komunisme ateis adalah ideologi jahiliyah karena didasarkan oleh akal tidak sehat dan nafsu. HAMKA menyebut saat ini sebagai jahiliah modern. Islam hadir untuk menawarkan kecerdasan dan membebaskan kebodohan.

Michael D Hart, seorang cendekiawan Barat bahkan menempatkan Rasulullah sebagai urutan pertama dari seratus tokoh dunia paling agung dan berhasil dalam menegakkan peradaban kemanusiaan.

Menurutnya, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa dalam hal dunia maupun agama. Dia sukses memimpin masyarakat yang awalnya terbelakang dan terpecah belah menjadi bangsa maju yang bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi di medan pertempuran.

Will Durant, 1926. The History of Civilization, vol. xiii, hlm. 151 menyatakan bahwa Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri yang terbentang dari Cina, Indonesia, India, Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir hingga Maroko dan Andalusia. Islam juga mendominasi cita-cita dan akhlak mereka serta berhasil membentuk gaya hidup mereka.

Dengan risalah Islam, Rasulullah mendidik dan berdakwah mengajak bangsa Arab agar terikat dengan hukum-hukum Islam dan meninggalkan sistem hukum jahiliah. Akhirnya dengan cahaya Islam yang ditandai oleh tegaknya daulah Islam di Madinah, maka lenyaplah sistem hukum jahiliah dan diterapkan sistem hukum Islam yang kemudian melahirkan masyarakat Islami dengan pola fikir dan pola sikap yang cerdas dan mulia.

Jika pada zaman Fir’aun, Musa dilarang cerdas. Jika di zaman Abu Jahal, Rasulullah dilarang cerdas. Bagaimana pula dengan kehidupan zaman ini. Apa yang terjadi saat kita menawarkan Islam sebagai solusi sempurna atas krisis multidimensi dunia ? Apakah diterima atau malah dimusuhi.

Khusus di Indonesia, cerdas itu boleh apa dilarang?

Tags: hegemoniIndonesiaZaman
Share43Tweet21Send
Previous Post

Wakaf Juga Bisa dengan Asuransi

Next Post

KPK Beri Tiga Penghargaan Kepada Pemprov DKI

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result