Bogor, Gontornews — Universitas Islam Bogor (UIB) melalui Islamic and Social Studies Institute (ISSI) menggelar Seminar Pesantren dan Pembangunan Nasional pada Senin (19/10/2026), di Aula Gedung C Universitas Islam Bogor.
Seminar ini menghadirkan Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Dr H Basnang Said SAg MAg, Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Prof Dr JM Muslimin MA, dan sebagai pembuka tuan rumah Rektor UIB Dr KH Syamsul Rizal Mz SHI MPdI.
Dalam paparannya, Dirjen Pesantren Basnang Said menegaskan pesantren adalah lembaga pendidikan asli Nusantara yang telah membantu negara sejak sebelum kemerdekaan.
“Pesantren adalah lembaga asli Nusantara yang sesungguhnya telah membantu pemerintah, membantu negara mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Menurutnya, mendirikan sekolah dan membangun infrastruktur pendidikan adalah tugas negara, namun di Indonesia tugas itu juga dijalankan masyarakat melalui pesantren.
“Kalau ada orang mau cerai tidak datang ke KUA, tapi datang ke Pak Kiai. Ada masalah masyarakat datang ke Pak Kiai,” ujarnya.
Bahkan di Sulawesi Tenggara, ia menemukan pesantren yang perannya mengalahkan perbankan. Warga yang butuh biaya kuliah anak meminjam ke kiai, bukan ke BRI atau BNI.
Basnang juga menerangkan sejarah kelembagaan pesantren di Kemenag. “Dulu telah diusulkan direktorat jenderal suatu waktu bisa menjadi dua, tapi tidak pernah tercapai. Malah pada masa Orde Baru tahun 1999, direktorat pesantren hanya sebagai unit tiga, sebagai Subdit Pesantren. Pada masa Gus Dur menjadi Presiden dinaikkan statusnya menjadi unit dua. Dua puluh lima tahun kemudian, tepatnya ketika Bapak Presiden Prabowo tahun 2025 lalu, beliau mengumumkan akan menaikkan statusnya menjadi unit satu dan alhamdulillah cita-cita itu terwujud,” jelasnya.
Pusat Studi Pesantren
Basnang berharap agar pesantren tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek kajian akademik. “Pesantren punya undang-undang, punya sejarah panjang atas NKRI, punya dinamika yang unik dan khas, tapi kenapa kita tidak mendirikan prodi manajemen pesantren? Padahal di dalam pondok ada BPKH, ada zakat, ada wakaf. Di UIN Ciputat sekarang ada prodi manajemen haji, ada prodi zakat wakaf, semuanya itu kan ada di dalam pondok, sementara induknya sendiri tidak menjadi prodi,” katanya.
Untuk itu ia menitipkan dua hal kepada Rektor UIB: Pertama, membuka pusat studi kepesantrenan. “Di UIN-UIN itu kan ada pusat studi gender dan anak di bawah LP2M. Kenapa kita tidak membuka pusat studi kepesantrenan? Ini perguruan tinggi di bawah pondok pesantren. Kalau ada kepala daerah yang ingin menyusun naskah akademik Perda tentang pesantren, semuanya datang ke kita. Cukup dengan keputusan Rektor,” katanya.
Kedua, membuka prodi manajemen pesantren dengan berkomunikasi ke Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis).
Sudah Terbiasa Mandiri
Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Prof.Dr JM Muslimin MA menegaskan posisi pesantren sebagai kekuatan civil society yang mandiri.
“Sektor pemerintah pesantren itu diperhatikan alhamdulillah. Sektor pemerintah dari dulu pesantren itu adalah civil society. Itu maknanya pesantren negeri itu amat sangat jarang,” ujar Muslimin.
“Pada waktu pesantren negeri ya. Nah jadi pesantren ini sudah terbiasa sektor swasta. Civil society itu maknanya apa? Tidak bergantung sepenuhnya kepada negara.”
Jaringan Internasional Alumni Pesantren
Dalam kesempatan itu, Prof Muslimin memperkenalkan jaringan internasional yang ia bina bersama mahasiswa dan diaspora Indonesia.
“Mereka punya jaringan dan organisasi namanya Islamic World and Development Network, IWDM. Apa yang dilakukan? Mengoneksikan alumni-alumni pesantren dengan pusat-pusat studi pesantren, keislaman dan sosial kemasyarakatan yang ada di luar negeri,” jelas Muslimin.
Anggota IWDM adalah perantau Indonesia, khususnya mahasiswa pascasarjana yang ada di Wina Austria, Eropa, Spanyol, Malaysia, dan Singapura.
“Masih baru, sekian lama sudah punya sedemikian rupa, tapi ini digerakkan dengan saya sudah tidak mampu, saya sudah tua. Mereka-mereka yang ini, dia baru jalan-jalan dari Malaysia, dari Singapura. Saya kalau jalan tiga hari sudah capek,” ujarnya disambut tawa peserta.
Halaman Depan Pendidikan Nasional
Menanggapi usulan prodi manajemen pesantren, Muslimin menilai inovasi UIB berbasis Pesantren Ummul Quro patut dibanggakan dan dijadikan model.
“Saya kira inovasi yang dilakukan oleh Universitas Islam Bogor yang berbasiskan pesantren Ummul Quro dicontoh dari kreativitas santri pesantren dan layak untuk kita banggakan sekaligus kita jadikan model untuk pengembangan pesantren di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan pesantren ke depan adalah adaptasi dengan modernitas dan antisipasi penyalahgunaan pesantren secara sistem dan organisasi yang baik.
“Menurut saya memang layak pesantren itu dijadikan program studi dalam rangka mainstreaming akademik tradisi, jadi mengarus utamakan tradisi akademik yang baik. Pesantren harus ditonjolkan karena selama ini seolah-olah pesantren itu menjadi halaman belakang padahal seharusnya ia adalah halaman depan dari sistem pendidikan kita,” tutup Muslimin.
UIB Siap Jadi Pusat Penelitian
Rektor UIB Dr KH Syamsul Rizal Mz SHI MPdI menyambut baik sinergi dengan Ditjen Pesantren dan UIN Jakarta. “Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Pak Dirjen atas kehadirannya, kebutuhannya, saling bersinergi untuk perkembangan dan kemajuan pesantren,” ujar Syamsul Rizal.
Ia menegaskan pesantren kini tidak hanya berkutat pada kitab kuning. “Jadi pesantren tidak hanya kepada kitab kuning tapi juga merambah untuk menjadi pusat penelitian untuk kemajuan pesantren,” katanya. Pihaknya membuka diri untuk kerja sama formal.
“Mungkin ada acara penandatanganan MoU. Tujuannya yang pertama kita ada ikatan bahwa pesantren juga terbuka untuk menjadi pusat penelitian untuk kemajuan pesantren. Yang kedua jika ada perkembangan-perkembangan punya usaha, punya pendidikan, manajemen, dan sebagainya kita siap bantu untuk kemajuan pesantren,” pungkasnya.
Seminar ditutup dengan komitmen kolaborasi antara Ditjen Pesantren Kemenag RI, UIB, dan UIN Syarief Hidayatullah Jakarta dalam pengembangan kajian kepesantrenan. []






















