Tunis, Gontornews — Partai pemenang dalam pemilihan parlemen Tunisia, Ennahda, mengajukan mantan menteri junior, Habib Jemli, sebagai Perdana Menteri Tunisia yang baru, Jumat (15/11) kepada partai koalisisnya di parlemen.
Habib Jemli memastikan bahwa dirinya akan terbuka untuk membangun koalisi serta membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh partai politik untuk masuk dalam pemerintahannya.
Sebagaimana diketahui, Partai Ennahda, membutuhkan total 109 suara untuk mencalonkan Perdana Menteri dari partainya. Meski memenangi suara mayoritas, Partai Ennahda hanya memiliki 59 suara, sehingga koalisi dengan partai lain sangat diperlukan.
“Efisiensi dan integritas akan menjadi dasar untuk memilih anggota pemerintah. Apapun afiliasinya tanpa pengecualan kepada pihak manapun,” kata Jemli sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya, rival Ennahda dalam pemilihan parlemen, Qalb Tounes, meyatakan dukunganya terhadap pemimpin veteran Ennahda, Rached Ghannouchi sebagai ketua parlemen.
Jemli sendiri sempat menjabat sebagai menteri junior di pemerintahan pertama yang dibentuk pada akhir 2011 setelah jatuhnya otokrat Zine El-Abidine Ben Ali ke pemberontakan prodemokrasi.
Para analis mengatakan bahwa pemerintahan baru membutuhkan dukungan politik yang jelas serta parlemen yang kuat demi mendorong reformasi ekonomi yang telah dimulai oleh perdana menteri Tunisa sebelumnya, Youssef Chahed.
Tidak hanya itu, kabinet pemerintahan Tunisia selanjutnya diharapkan dapat fokus pada pengendalian defisit serta hutang publik Tunisia yang sebagian besar didukung oleh lembaga moneter dunia, International Monentery Fund (IMF).
Kabinet baru Tunisia juga diharapkan dapat meningkatkan pengeluaran di bidang keamanan sembari meningkatkan potensi pariwisata ke negara yang terletak di wilayah Afrika Utara terserbut. [Mohamad Deny Irawan]




















