Manila, Gontornews — Ribuan orang terpaksa mengungsi setelah Gunung Taal di Filipina meletus, Senin (13/1).
Seismolog memperingatkan letusan lanjutan bisa terjadi kapan saja dan berpotensi memicu tsunami.
“Kecepatan aktivitas gunung vulkanik Taal mengejutkan kami,” ungkap kepala peneliti Philippine Institute of Volcanology and Seismology, Maria Antonia Bornas.
“Kami berhasil mendeteksi magma. (Magma tersebut) masih berada di dalam dan belum mencapai permukaan. Kami memprediksi bahwa letusan berbahaya bisa terjadi kapan saja,” tambah Maria sebagaimana dilansir Reuters
Selain memperingatkan bahaya gunung meletus, Pemerintah Filipina juga mengingatkan potensi tsunami di sekitar lokasi kejadian.
Pemerintah pun telah mengevakuasi lebih dari 16.000 warga dari Pulau Taal dan wilayah sekitarnya setelah puluhan gempa terjadi pasca Gunung Taal meletus.
Akan tetapi, sejumlah turis mengabaikan peringatan tersebut. bagi mereka fenomena gunung meletus bisa menjadi pengalaman perjalanan yang berharga.
“Ini adalah pengalaman sekali seumur hidup bagi kami,” ujar turis asal Israel, Benny Borenstein.
Wakil Gubernur Talisay Batangas, Mark Leviste, mengatakan hujan abu yang bercampur air telah membuat wilayah sekitar lokasi letusan gunung menjadi berlumpur. Leviste pun meminta pemerintah untuk mengirim truk guna mempercepat proses evakuasi warga yang tinggal di wilayah terpencil.
“Tidak ada. Bahkan akses air pun terputus. Kami membutuhkan air bersih untuk diminum.”
“Kami juga membutuhkan masker,” tutur Leviste.
Sementara itu, letusan Gunung Taal juga menyebabkan sejumlah penerbangan di bandara internasional Manila ditunda dan dibatalkan.
Sepanjang sejarah, gunung berapi Taal telah meletus lebih dari 30 kali dalam 500 abad terakhir dengan 1977 jadi letusan terakhir Gunung Taal. Sementara letusan yang terjadi pada 1911 menewaskan setidaknya 1.500 orang. [Mohamad Deny Irawan]





















