Riyadh, Gontornews — Pemberontak Houthi di Yaman telah mengklaim bertanggung jawab atas ledakan keras di Riyadh. Mereka mengatakan telah melepaskan rudal balistik jarak jauh yang menempuh jarak lebih dari 800 km di perbatasan dengan Arab Saudi.
Seorang jurubicara pemberontak mengatakan kepada Aljazeera bahwa mereka meluncurkan rudal 2-H Burkan – rudal tipe Scud dengan jangkauan lebih dari 800km – menuju Riyadh Sabtu (4/11) malam.
“Ibukota negara-negara yang terus-menerus menyerang kita, yang menargetkan warga sipil yang tidak berdosa, tidak akan terhindar dari rudal kita,” kata jurubicara tersebut.
Al Masirah, jaringan TV yang dijalankan oleh pemberontak Houthi, juga mengaku bertanggung jawab atas serangan itu di Twitter.
Video di media sosial itu menunjukkan asap membumbung dari daerah dekat Bandara Internasional Raja Khalid Riyadh.
Kantor berita resmi Saudi SPA mengutip Kolonel Turki al-Maliki mengatakan, tepat pukul 08.07 waktu setempat (17:07 GMT), sebuah rudal balistik dilepas dari wilayah Yaman menuju Kerajaan Saudi.
Maliki mengatakan pasukan Saudi menggunakan rudal Patriot permukaan-ke-udara untuk mencegat rudal yang hancur menjadi fragmen di daerah tak berpenghuni di sebelah timur bandara.
Dia menambahkan, sejauh ini tidak ada korban yang dilaporkan akibat kejadian itu. [Rusdiono Mukri]






















