Bogor, Gontornews – Majelis UIama Indonesia (MUI) Kota Bogor melalui Ketua Umum, KH Muhammad Musthofa Abdullah bin Nuh Lc, dan Sekreraris Umum, Dr H Ade Sarmili MSi, meminta masyarakat menjadikan momentum wabah virus korona untuk makin mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Tidak terlalu panik yang berlebihan terhadap wabah yang berkembang terkait penyebaran virus korona.”
Selain itu, MUI Kota Bogor juga meminta masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang halalan-thoyyiban serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) di semua tempat dan kondisi. Serta tidak meninggalkan kewajiban agama termasuk kewajiban shalat Jumat sebagaimana mestinya.
Berikut isi himbauan MUI Kota Bogor selengkapnya:
Assalamu’alaikum wr wb.
Bismillahirrahmanirrahim.
Virus Corona (COVID-19) semakin massif penyebarannya di berbagai wilayah di Indonesia dan termasuk Kota Bogor. Ketentuan Allah adalah sesuatu yang pasti namun ikhtiar dan doa adalah prinsip yang harus dijalankan sesuai ajaran agama. Maka dengan ini Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor mengajak dan menghimbau kepada segenap Umat Islam di Kota
Bogor untuk:
- Menjadikannya momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan tidak terlalu panik yang berlebihan terhadap wabah yang berkembang terkait penyebaran virus Corona.
- Menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang halalan-thoyyiban serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) di semua tempat dan kondisi.
- Tidak meninggalkan kewajiban agama termasuk kewajiban shalat Jumat sebagaimana mestinya.
- Tetap melaksanakan shalat berjemaah di masjid atau di mushalla sebagaimana biasa sebagai bentuk taqarrub dan tawakkal kepada Allah. Diusahakan untuk melaksanakan qunut nazilah agar umat terhindar dari bahaya virus ini.
- Tetap mengedepankan kewaspadaan dan kehati-hatian sesuai dengan apa yang dianjurkan pemerintah dan mengikuti langkah-langkah yang telah diputuskan pemerintah.
- Saatnya membudayakan dawam wudhu (Mulazamah Wudhu) sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan kesucian lahir-batin.
- Membentengi diri dan masyarakat dengan memperbanyak dzikir, shalawat dan doa-doa lainnya dalam setiap kesempatan baik sendiri maupun bersama-sama. []



















