Bandung, Gontornews — Ketua Front Anti Narkoba (FAN) Nasional KH Nazar Haris mengatakan pembentukan FAN merupakan sebuah langkah besar bersama dalam menyelamatkan generasi masa depan bangsa.
“Kita (FAN) akan melindungi masyarakat dan pelajar dari bahaya ketergantungan narkoba. Ini upaya kami menyelamatkan generasi penerus bangsa,” ungkap Nazar yang juga Ketua Umum PUI ini.
Menurutnya, salah satu bahaya narkoba itu akan merusak sendi-sendi ketahanan negara. Pasalnya, dengan menggunakan narkoba, setiap individu, khususnya anak muda, akan mengalami penurunan produktivitas yang signifikan.
“Produktivitas individu melorot dan akan membawa kemiskinan yang signifikan. Ini yang tidak diinginkan oleh semua pihak karena bertentangan dengan keinginan bersama hidup berbangsa,” kata Nazar.
Sementara itu Sekretaris Jendral Lembaga Persahabatan Ormas Islam (Sekjen LPOI) Luthfi A Tamimi menegaskan, salah satu tujuan mendeklarasikan FAN adalah jihad terhadap narkoba, demi kedaulatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia lalu membacakan deklarasi pembentukan Front Anti Narkoba Nasional Jawa Barat yang berisi:
Pertama, Kami bertekad membersihkan narkoba dari seluruh jajaran Pendidikan mulai dari pesantren, sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Kedua, mendukung penuh Badan Narkotika Nasional (BNN), membasmi tuntas bandar dan pengedar narkoba di Indonesia.
Ketiga, menuntut pemerintah untuk memperkuat Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan membentuk Detasemen Khusus (Densus).
Keempat, mendesak kepada Presiden Republik Indonesia untuk tidak memberi pengampunan terhadap terpidana bandar dan pengedar narkoba, serta segera mengeksekusi terpidana mati.
Kelima, memerangi kejahatan narkoba, termasuk pengkhianat bangsa yang bekerjasama dengan kekuatan perusak dari dalam dan luar negri.
Deklarasi ini ditandatangani oleh Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA dan Gubernur Jawa Barat Dr H Ahmad Heryawan Lc MSi.
Pembentukan FAN ini merupakan kerjasama Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) Jabar, Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI) Jabar dengan Pemprov Jabar. Dalam pelaksanaannya, mereka juga menggandeng BNN dan unsur masyarakat lainnya, termasuk pelajar dan pondok pesantren. [Fathurroji/Rus]




















