Malang, Gontornews — Institut Hijau Indonesia melalui program Jurnal Peradaban Hijau (JPH) dan Civic Education menggelar kegiatan Webinar dan Bedah Buku: Etika Penggunaan Artificial Intelligence (AI). Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan literasi dan kesadaran etika dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan akademik. Kegiatan ini pun disambut dengan antusias para mahasiswa, dosen, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Digelar pada Kamis (23/10/2025), dalam press release disebutkan bahwa Direktur Institut Hijau Indonesia, Selamet Daroyni dalam sambutannya menegaskan akan pentingnya AI ethics literacy di kalangan sivitas akademika. “Kemampuan menggunakan AI tidak cukup hanya pada sisi teknis, tetapi juga harus disertai dengan tanggung jawab moral, akademik, dan sosial,” ujarnya. Etika digital, lanjut Selamet, harus menjadi bagian integral dari karakter ilmuwan masa depan.
Sesi utama menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr Badrizal SPd MPd selaku Reviewer Jurnal Peradaban Hijau dan Dosen Universitas Negeri Makassar, yang mengupas aspek etika dalam penulisan ilmiah menggunakan AI serta prinsip integritas akademik dalam era digital. Lalu Dr Musthafa Haidar Shahab SKom SPd MPd sebagai Editor in Board JPH dan Dosen UIN Raden Fatah Palembang, yang membahas literasi digital, tantangan plagiarisme berbasis AI, serta strategi memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dalam pembelajaran dan riset.
Acara dipandu oleh Faza Fatiyurrobanny sebagai moderator dan M. Alif Akbar sebagai Master of Ceremony, keduanya dari tim Civic Education Organizing Committee.
Dalam sesi diskusi interaktif, para peserta diajak memahami prinsip-prinsip responsible use of AI sebagaimana ditegaskan dalam “Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi” yang diterbitkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek RI (2024).
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Institut Hijau Indonesia dan Jurnal Peradaban Hijau dalam mendukung kebijakan nasional Kemendikbudristek terkait penerapan AI secara etis dan bertanggung jawab di dunia pendidikan tinggi.
Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mendapatkan sertifikat elektronik dan e-book bedah buku sebagai pengayaan literasi riset dan publikasi ilmiah. [Edithya Miranti]



















