Jakarta, Gontornews – Pameran International Islamic Fair (IIF) 2016 akan segera digelar 23-30 Oktober 2016 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran Jakarta.
IIF 2016 merupakan suatu program berskala internasional yang dihadirkan untuk menggalang persatuan masyarakat Islam global, baik masyarakat Muslim dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) maupun komunitas Muslim di negara lainnya, melalui kegiatan pertukaran budaya, pendidikan, promosi wisata, serta kuliner halal.
Melalui program ini diharapkan dapat terwujud kerjasama di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan masyarakat Islam se-dunia, serta menjadi sebuah forum yang berkelanjutan.
Pagelaran IIF 2016 menjadi acara pertama berskala internasional yang mencoba untuk mengakomodir dan menggali khazanah keislaman dari seluruh dunia. Pameran ini mengusung tema Promoting Progress, Edifying the Globe.
Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Agama RI, Kementerian Pariwisata RI, Utusan Khusus Presiden RI untuk Hubungan Kerjasama dengan Negara Timur Tengah, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), serta KADIN Timur Tengah.
IIF 2016 yang akan diselenggarakan oleh PT Terra Convexindo ini, meliputi kegiatan: Islamic Culture Expo, menampilkan anjungan dan atraksi kesenian dari negara-negara peserta; Islamic Fashion yang menghadirkan fashion show, seminar, talkshow, kompetisi, exhibition & bazaar, dan meet & greet; Islamic Food & Beverage yang dimeriahkan oleh kegiatan talkshow, competition, blind food tasting, kids cooking class, chef cooking demo, dan battle chef; Islamic Education & Book Fair, terdiri dari talkshow, seminar, bedah buku, kompetisi, pameran sains & teknologi, serta pameran buku; dan Islamic Travel berupa pameran travel haji & umrah.
Salah satu bidang yang mendapatkan porsi khusus dalam IIF 2016 adalah pendidikan. Hal ini ditegaskan oleh Magda Safrina, Chief Excecutive IIF 2016. Menurut Magda, peran pendidikan dalam Islam, dalam konteks 20 negara OKI, mengambil tidak kurang dari 15 jenis lomba berskala internasional.
“Pendidikan, khususnya pendidikan Islam memiliki porsi cukup besar dalam ajang yang melibatkan sekitar 20 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam ini. Tak kurang dari 15 jenis lomba yang melibatkan para pelajar dan mahasiswa sengaja kami adakan untuk menggali potensi dunia pendidikan Islam. Di antaranya Olimpiade Sains Muslim Internasional,” ungkapnya.
Bidang pendidikan masuk dalam kategori Islamic Education & Book Fair. Kegiatan lain yang ikut menyemarakkan dunia pendidikan Islam dalam IIF 2016 serta termasuk dalam program unggulan adalah Lomba Karya Tulis International.
“Forum ini diharapkan dapat melahirkan inisiatif-inisatif baru untuk melakukan perubahan dalam dunia pendidikan yang nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
“Selain itu, program yang akan melibatkan berbagai institusi pendidikan baik dari dalam maupun luar negeri ini diharapkan dapat ikut mencerdaskan anak bangsa,” tambah Magda Safrina.
Ir H Wahyuddin, Deputi GM Witel Bandung PT Telkom, menyatakan siap untuk mendukung kegiatan pendidikan Islam. Antara lain dengan menyiapkan sistem pembelajaran melalui program PaDi (Pustaka Digital).
“Diharapkan melalui ajang IIF 2016 ini penyebaran program PaDi bisa diperluas hingga mencapai 1.000 pesantren,” ujar Wahyuddin.
Dukungan untuk IIF 2016 disampaikan pula oleh Aditya Perdana, Asisten Bidang Kerjasama Ekonomi & Infrastruktur dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Hubungan Kerjasama dengan Negara Timur Tengah (OKI).
Sedangkan dari bidang fashion, Taruna K Kusmayadi, Founder Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengatakan bahwa saat ini fashion Muslim Indonesia sudah diakui oleh beberapa negara. Namun hingga saat ini Indonesia belum memiliki pasar khusus untuk menjual busana Muslim dengan segmentasi kelas menengah ke atas.
“Saya berharap IIF 2016 dapat ikut mendorong berbagai pihak terkait untuk mewujudkan lahirnya sebuah pasar industri busana Muslim berkelas dunia di Indonesia.”
Acara press conference ini dihadiri pula oleh Helmy G Shebubakar (Vice Chairman Permanent Committee for the Middle East & OIC Countries Kamar Dagang dan Industri Indonesia), Chef Kungfu Muto, His Excellency Mr Muhamed Cengic (Ambassador of Bosnia Herzegovina), Mr Khalid Tageldein Hussein (Representative of Qatar Embassy), serta representative dari Thailand Embassy. [Mohamad Deny Irawan/Rus]



















