Teheran, Gontornews – Senin (25/5), Iran membuka kembali tempat-tempat suci utama di seluruh negeri, lebih dari dua bulan setelah ditutup.
Arabnews.com merilis, di tempat suci Shah Abdol-Azim di Teheran, para jamaah harus mengenakan masker, berjalan melalui terowongan desinfeksi dan memeriksa suhu mereka saat memasuki tempat itu.
Tempat suci Imam Reza di Mashhad di timur laut Iran, tempat suci Fatima Masumeh dan masjid Jamkaran di Qom juga dibuka kembali.
Mereka diizinkan untuk membukanya mulai dari satu jam setelah fajar hingga satu jam sebelum senja.
Tempat-tempat suci ditutup di samping sekolah, universitas, dan semua bisnis nonvital pada bulan Maret setelah Iran melaporkan dua kematian pertama virus corona di Qom pada akhir Februari.
Pada hari Senin, Jurubicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour mengatakan jumlah total penyakit coronavirus (COVID-19) di Iran telah mencapai 137.724, sementara jumlah keseluruhan kematian telah meningkat menjadi 7.451.
Berbicara pada konferensi pers, ia menyebutkan, dalam 24 jam terakhir, Iran mencatat 2.032 kasus baru sementara jumlah kematian mencapai 34 – jumlah harian terendah yang tercatat sejak 7 Maret.
Iran telah mengizinkan pembukaan kembali bertahap ekonominya dan pelonggaran pembatasan secara bertahap sejak awal April, dengan pelonggaran lebih lanjut diharapkan dalam beberapa hari mendatang meskipun ada peningkatan baru-baru ini dalam kasus-kasus baru.
Bisnis “berisiko tinggi” seperti restoran, kafe, dan ruang pernikahan di Teheran, akan dibuka kembali mulai Selasa, kata wakil kepala polisi ibukota Nader Moradi kepada kantor berita ISNA.
Namun pihak berwenang belum mengatakan kapan tindakan serupa akan diizinkan di provinsi lain. []



















