Roma, Gontornews — Pemerintah Italia, Senin (8/8/2022), memulai kampanye vaksinasi terhadap cacar monyet seiring peningkatan kasus penularan secara global. Pada saat yang bersamaan, otoritas kesehatan melaporkan kekurangan pasokan vaksin di seluruh dunia.
Kementerian Kesehatan Italia, sejauh ini, telah melaporkan 545 kasus cacar monyet. Kampanye vaksinasi di Italia menjadi yang pertama ketimbang negara-negara lain dengan jumlah kasus yang lebih tinggi seperti di Amerika Serikat, Inggris dan Spanyol.
Reuters melansir bahwa pihak berwenang akan memberikan dosis pertama vaksin cacar monyet Spallanzani di Roma. Dalam keterangannya, pihak Rumah Sakti Spallanzani melaporkan ada 200 orang yang akan mendapatkan vaksin cacar monyet di hari pertama dari total 600 permintaan vaksin.
Pihak rumah sakit, kabarnya, menggunakan vaksin bernama Jynneos yang dibuat oleh Bavarian Nordic dan telah mendapatkan persetujuan dari European Medicines Agency (EMA) guna memberikan perlindungan terhadap cacar monyet. Selain di Roma, pihak berwenang juga akan memberikan vaksinasi cacar monyet di kota Milan pada Kamis 11 Agustus mendatang.
Sebagian besar kasus yang terjadi di luar wilayah endemisnya, di Afrika Tengah dan Barat, terjadi akibat hubungan seksual pria homoseksual dan biseksual. Cacar monyet menyebar terutama melalui kontak dekat. Penyakit ini menyebabkan luka bernanah dan gejala seperti flu meski jarang berakibat fatal.
Hingga saat ini, tercatat ada 26.500 kasus cacar monyet di seluruh dunia di luar negara-negara endemisnya.
Pada bulan Juli, badan kesehatan dunia, WHO, menetapkan cacar monyet dalam situasi darurat kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian internasional (PHEIC). Sementara yang terbaru, pada 4 Agustus, Amerika Serikat menetapkan status serupa terhadap penyakit cacar monyet.
Kementerian Kesehatan Italia memprioritaskan pemberian vaksin kepada pria homoseksual, biseksual dan transgender yang baru saja berhubungan seksual dengan banyak pasangan. [Mohamad Deny Irawan]























