Sarajevo, Gontornews — Ratusan migran asal Afrika, Asia dan Timur Tengah terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran Kamp Lipa, Bihac, Bosnia, Rabu (30/12). Akibat musibah ini, ratusan migran menjadi tuna wisma tanpa tahu kemana tempat untuk berteduh.
Kobaran api menghancurkan kamp Lipa, dekat kota Bihac, Bosnia Barat, pekan lalu. Sejatinya, para migran pindah ke kota Bradina, sekitar 320 km dari Bosnia Tengah.
Awalnya, para migran berada dalam bus dan menunggu kesempatan untuk berpindah ke lokasi kamp pengungsian yang lain. Namun, belum adanya kesepakatan akhir tentang lokasi kamp membuat mereka terpaksa menunggu lama di dalam bus. Namun, pihak bus memutuskan untuk meninggalkan migran tersebut.
“Bus-bus meninggalkan daerah Lipa dan para migran ditinggalkan,” kata perwakilan Kementerian Dalam Negeri Bosnia untuk wilayah Unsko-Sanska, Nermin Kljajic, yang dilansir Reuters.
Para migran yang turun dari bus lantas berjalan dan kembali kamp Lipa yang telah terbakar. Beberapa migran bahkan memasukkan kembali barang-barang mereka ke tas dengan alasan keamanan. Suhu dingin yang menusuk tulang di Bihac membuat para migran menggunakan topi, syal maupun jaket musim dingin.
“Mereka memerintahkan kami untuk pergi ke Lipa. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan dan bagaimana menjalani kehidupan di sana,” kata seorang imigran muda asal Afghanistan kepada Reuters.
Sejauh ini, belum ada kesepakatan antara otoritas lokal Bosnia mengenai lokasi kamp baru bagi pengungsi. Tak pelak, kondisi ini telah menyebabkan kehidupan para migran semakin rumit. Pada lain sisi, mereka sempat berusaha untuk menyeberangi perbatasan negara Bosnia-Kroasia dan berharap dapat berpindah ke negara-negara kaya Eropa namun gagal.
Pada Selasa (29/12), Menteri Keamanan Bosnia, Selmo Cikoti mengatakan para migran akan dipindahkan ke barak militer di Bradina.
“Saya pikir, setiap daerah harus memikul sebagian dari beban krisis migran,” ungkap Kljajic.
Sebagai informasi, sejak berdiri pada musim semi lalu, Kamp Lipa mampu nmenampung hingga 1.200 migran. Namun mulai Rabu (30/12), kamp tersebut akan ditutup untuk perbaikan pada musim dingin.
Uni Eropa telah menunjukkan dukungan kepada Bosnia dengan memberikan bantuan sebesar 60 juta Euro guna menyelesaikan krisis migran. Mereka bahkan menjanjikan 25 Juta Euro tambahan andai dapat menyediakan alternatif lokasi pengungsi selain kamp Lipa. Uni Eropa menganggap kamp Lipa tidak sesuai karena berisiko menyebabkan terjadinya krisis kemanusiaan. [Mohamad Deny Irawan]


















