Taif, Gontornews — Sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS telah menjadi target serangan rudal yang gagal dari wilayah Yaman yang dikuasai oleh pemberontak Houthi. Demikian kata jurubicara militer AS.
Dalam serangan lain, sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman tampaknya menargetkan pangkalan udara Arab Saudi di dekat kota suci Mekkah.
Dua rudal yang ditembakkan gagal menghantam kapal Angkatan Laut AS setelah diluncurkan pada hari Ahad (9/10), jurubicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan kepada kantor berita Reuters.
“USS Mason mendeteksi dua rudal masuk selama 60 menit di Laut Merah di lepas pantai Yaman. Kedua rudal menghantam air sebelum mencapai kapal,” katanya. “Tidak ada korban luka dan tidak ada kerusakan kapal.”
Awal bulan ini pejuang Yaman mengatakan, mereka menyerang kapal yang dioperasikan oleh militer Uni Emirat Arab di Selat Bab al-Mandeb. Tidak ada korban dilaporkan dalam serangan itu.
Pada hari Senin (10/10), televisi pemerintah Saudi menayangkan klip singkat tentang serangan proyektil yang mendarat di Taif dan kobaran api dari sebuah ledakan yang diikuti oleh gambar dari kendaraan darurat.
Taif adalah basis bagi personil militer AS untuk melatih pasukan bersenjata Arab Saudi.
Militer Saudi mengatakan rudal yang ditembakkan hari Sabtu (8/10) tidak menyebabkan kerusakan. Komando Pusat militer AS, yang mengawasi pasukan di Timur Tengah, tidak segera mengomentari insiden itu.
Serangan rudal itu menyusul serangan udara yang menewaskan sedikitnya 140 orang Yaman ketika berlangsung upacara pemakaman di ibukota Sanaa, Sabtu. Lebih dari 500 lainnya luka-luka.
Koalisi Arab yang memerangi Houthi menolak bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi mengatakan akan menyelidiki serangan yang dikutuk oleh PBB, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Koalisi pimpinan Saudi sedang berjuang melawan pejuang Houthi dan sekutu mereka dalam mendukung pemerintah Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi.
Sejak Maret 2015, aliansi Arab telah mengusir para pejuang oposisi dari banyak wilayah di Yaman selatan, namun mereka masih menguasai hampir semua pantai Laut Merah negara itu, serta potongan wilayah sekitar ibukota Sanaa.
Lebih dari 10.000 orang, termasuk banyak warga sipil, telah tewas sejak konflik meletus di Yaman.






















