Srinagar, Gontornews — Empat tentara India, termasuk seorang perwira, tewas dalam bentrokan lintas batas di Kashmir yang dikuasai India, Ahad (4/2) malam.
Seperti dikutip Aljazeera, Shahid Iqbal Choudhary, wakil komisaris sektor Rajouri, mengatakan keempat tentara itu tewas dan satu lainnya terluka setelah tentara Pakistan melepaskan tembakan ke kapal-kapal India di wilayah Jammu pada Ahad malam.
“Situasinya sekarang tegang di perbatasan,” kata Choudhary.
Penembakan terbaru terus berlanjut sampai larut malam pada hari Ahad, tambahnya.
“Sebagian besar daerah di dekat perbatasan terkena dampak karena pelanggaran gencatan senjata. Meski sulit mengevakuasi warga sipil di malam hari, kami terus memantau situasi,” kata Choudhary.
Pejabat memerintahkan penutupan sekolah di dekat perbatasan selama tiga hari ke depan.
Tidak ada tanggapan segera dari Pakistan atas peristiwa itu.
Permusuhan antara India dan Pakistan telah meningkat di perbatasan kedua negara itu sejak bulan lalu.
Lebih dari selusin orang, termasuk enam warga sipil, tewas pada Januari. Bentrokan mematikan antara kedua negara berlanjut selama tiga hari.
Meskipun terjadi gencatan senjata tahun 2003, India dan Pakistan secara teratur sering kontak senjata di Jalur Pengendalian (LoC), demarkasi militer antara bagian India dan Pakistan yang dikuasai Kashmir.
India secara teratur menuduh Pakistan membantu pejuang dalam melintasi LoC untuk menyerang sasaran India.
Namun Pakistan membantah tuduhan tersebut.
Sejak kemerdekaan pada tahun 1947 dari Inggris, India dan Pakistan saling mengklaim wilayah Kashmir.
Sentimen anti-India meluas di kalangan mayoritas Muslim Kashmir, dan sebagian besar mendukung pemberontakan tersebut terhadap pemerintah India. Puluhan ribu orang telah tewas dalam beberapa kekerasan yang telah berlangsung puluhan tahun.
[Rusdiono Mukri]

















