St Louis, Gontornews – Sebuah penelitian menunjukkan, pola tidur yang buruk atau gangguan tidur dapat mempercepat penyakit Alzheimer atau pikun pada seseorang.
Hal ini disebabkan karena keberadaan plak dan protein Amyloid plaque, penyebab utama Alzheimer, yang menempel pada otak manusia yang mengalami gangguan tidur atau memiliki pola tidur yang buruk.
Penelitian ini mencoba menganalisis siklus tidur pada 189 orang dewasa berusia rata-rata 66 tahun. Mereka yang memiliki pola tidur yang baik tidak memiliki tanda-tanda penumpukan protein amyloid.
Sebaliknya, mereka yang memiliki masalah terhadap pola tidurnya mengalami penumpukan amyloid meski faktor usia mengambli peran lebih besar dalam kasus ini.
“Bukan berarti orang-orang yang ikut dalam penelitian ini kurang tidur,” kata peneliti utama, Erik Musiek, sebagaimana dilansir science alert.
“Mereka mengalami tidur yang terfragmentasi (terganggu). Tidur 8 jam di malam hari tentu sangat berbeda dengan tidur 8 jam dalam satu waktu antara siang atau sore,” tambahnya.
Selain melakukan penelitian terhadap manusia dewasa, peneliti juga melakukan penelitian serupa terhadap ritme tidur tikus. Hasilnya serupa, bahwa tikus dengan pola tidur yang buruk mengalami penumpukan protein amyloid di otaknya.
Penelitian yang diterbitkan oleh JAMA Neurology tersebut juga menunjukkan bahwa saat aktivitas tidur, otak akan membersihkan beberapa protein penyebab Alzheimer secara teratur.
Karenanya, jika seseorang mengalami gangguan tidur, maka orang tersebut akan berpotensi mengalami Alzheimer karena protein amyloid terbentuk dan tertumpuk.
Sisi positif dalam penelitian ini adalah bahwa memperbaiki masalah tidur dapat menyebabkan kesehatan otak meningkat serta mencoba untuk tidur nyenyak menjadi ide yang bagus. [Mohamad Deny Irawan]























