Jakarta, Gontornews — Kebakaran besar di stasiun penyimpanan bahan bakar (Depo) Pertamina, Plumpang, Jakarta, pada hari Jumat telah menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai puluhan lainnya.
Kebakaran yang terjadi di sebuah fasilitas yang terletak di dekat kawasan padat penduduk di Jakarta utara itu, memaksa ratusan warga mengungsi dari rumah mereka.
Setidaknya 42 orang terluka dalam kebakaran itu, menurut Kepala Staf Angkatan Darat Dudung Abdurachman. Data lain menyebutkan angkanya sedikit lebih tinggi dari 50 orang.
Penjabat Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan kepada wartawan bahwa sebagian besar orang yang terluka menderita luka bakar dan pemerintah akan membiayai pengobatan mereka.
Dia mengatakan tiga anak termasuk di antara mereka yang terluka dan mereka dalam kondisi serius.
Penyebab kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu belum diketahui.
Laman dw.com melansir, pihak Pertamina kini fokus pada penanganan kebakaran dan mengevakuasi pekerja dan penduduk terdekat ke lokasi yang lebih aman.
Api akhirnya dapat dikendalikan dan “dipadamkan” beberapa jam setelah terjadi kebakaran, kata Dudung Abdurachman kepada wartawan.
Namun para pejabat mengatakan warga masih dievakuasi ke masjid dan desa terdekat.
Setidaknya 260 petugas pemadam kebakaran dan 52 mobil pemadam berjuang memadamkan api, kata Satriadi Gunawan, kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Jakarta.
“Api menyebabkan beberapa ledakan dan dengan cepat menyebar ke rumah-rumah penduduk,” katanya.
Video yang disiarkan di televisi menunjukkan ratusan orang berlarian panik saat kepulan asap hitam tebal dan api jingga mewarnai langit. []

























