New York, Gontornews — Kekuatan dunia di PBB telah memperingatkan Houthi bahwa mereka akan bertanggung jawab atas bencana lingkungan jika sebuah kapal tanker minyak yang ditambatkan di lepas pantai Yaman rusak.
Kapal tanker FSO Safer yang ‘membusuk’, yang digambarkan sebagai bom waktu, telah berada di bawah kendali milisi yang didukung Iran itu sejak 2015.
Kapal itu bisa menumpahkan lebih dari satu juta barel minyak ke Laut Merah, namun Houthi telah berulang kali mencegah PBB untuk mengirim tim ahli ke kapal tersebut.
“Houthi belum setuju untuk memfasilitasi misi asesmen PBB,” kata perwakilan tetap Inggris untuk PBB Barbara Woodward.
“Kapal itu berada di bawah kendali Houthi dan tanggung jawab untuk masalah ini berada di pundak Houthi,” paparnya dikutip Arabnews.com.
Dia mengatakan jika Houthi gagal bertindak maka Inggris akan membahas langkah-langkah lebih lanjut di Dewan Keamanan.
Peringatan Woodward digaungkan oleh utusan Prancis untuk PBB Nicolas de Rivière yang mengatakan bahwa Houthi akan bertanggung jawab atas ancaman lingkungan, ekonomi dan kemanusiaan yang segera ditimbulkan oleh Safer jika mereka tidak “segera” mengizinkan akses tim penilai PBB.
Linda Thomas-Greenfield, duta besar AS untuk PBB, mengatakan Houthi harus mengizinkan penilaian kapal tanker tersebut untuk dilanjutkan “tanpa penundaan lebih lanjut.”
Sementara itu Koalisi Arab, pada hari Kamis, menghancurkan lima rudal balistik dan empat drone bermuatan bahan peledak yang diluncurkan oleh Houthi menuju Arab Saudi.
Universitas Jazan merupakan salah satu target serta situs sipil lainnya yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional, kata juru bicara koalisi Turki Al-Malki.
Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan perang. []




















