New York, Gontornews — Pengunjuk rasa anti-Trump berencana mengganggu upacara pelantikan Trump pada 20 Januari 2017. Geliat ini terlihat dari munculnya poster jalanan yang menyerukan protes di wilayah Dupont Circle of Washington DC, seminggu sebelum pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS.
Ratusan ribu orang diperkirakan akan menghadiri pelantikan Donald Trump, tapi ratusan ribu pengunjuk rasa juga akan melampiaskan frustrasinya atas kemenangan Trump.
Demonstrasi dijadwalkan di seluruh Amerika Serikat, tetapi titik fokus anti-Trump akan berada di ibukota negara. Protes ini juga didukung oleh sejumlah selebriti seperti Katy Perry, Julianne Moore, Cher dan Scarlett Johansson.
Semuanya dimulai dengan sebuah postingan di Facebook. Sekarang, hampir 190 ribu orang telah mengatakan di Facebook akan hadir pada acara tersebut.
“Kami berharap para pemimpin terpilih bertindak untuk melindungi hak-hak perempuan, keluarga dan komunitasnya,” kata penyelenggara dalam sebuah pernyataan seperti dilansir laman gulfnews (14/1).
Setidaknya sudah ada 1.200 bus meminta izin parkir di Stadion RFK Washington untuk mengikuti protes pelantikan Trump. Panitia tidak secara khusus menggunakan istilah “anti-Trump” tapi membawa hak-hak imigran dan tuntutan lain yang akan dikekang ke depannya.
Co-organizer Linda Sarsour mengatakan, acara tersebut akan dapat diakses oleh orang tua, wanita hamil dan orang-orang cacat. Para pengunjuk rasa menggunakan hashtag #WhyIMarch untuk menjelaskan mengapa mereka menuju ke Washington.
Hampir 300 pawai kecil telah diselenggarakan di kota-kota AS lainnya termasuk di New York, Boston, Los Angeles dan Seattle, serta di seluruh dunia.
Di luar aksi unjukrasa, protes lainnya yang direncanakan secara nasional adalah membacakan puisi dan “Seni Strike” menyerukan pusat-pusat bisnis untuk menghentikan aktivitasnya sementara pada 20 Januari itu. [Ahmad Muhajir/Rus]
























