Jakarta, Gontornews — Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, termasuk Ustadz Dennis Lim yang dikenal sebagai pendakwah setelah meninggalkan dunia perjudian. Sebelum dikenal masyarakat, Dennis Lim pernah bekerja sebagai bandar bisnis perjudian terbesar di Thailand. Meski mendapatkan penghasilan besar, ia mengaku pernah mengalami stres dan kesulitan tidur. Pengalaman tersebut membuatnya mulai mempertanyakan arti kebahagiaan karena uang yang dimilikinya tidak selalu memberikan ketenangan.
“Perasaan duit gue masih banyak kok stres gini,” ujarnya. Dalam podcast youtube Deny Sumargo.
Dennis Lim mengungkap sudah menyadari dunia perjudian yang dijalani selama bertahun-tahun tidak memberinya ketenangan batin maupun masa depan yang jelas. Ia mengaku mulai kehilangan makna hidup meski memiliki penghasilan besar dari bisnis haram itu.
“Cepat atau lambat harus berhenti karena dunia mulai membosankan. Orang yang di sana (Thailand) juga sudah nggak mau selamanya di situ (dunia perjudian) dan saya nggak bertemu dengan orang yang happy ending setelah puluhan tahun di dunia perjudian,” tuturnya dalam video singkat YouTube @kohdennislim.official.
Perjalanan hidup Dennis Lim mulai berubah ketika ia mendengarkan ceramah Aa Gym. Ceramah tersebut mendorongnya untuk memikirkan kembali tujuan hidup dan memperbaiki diri. Ia kemudian berusaha meninggalkan dunia perjudian dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keputusan itu menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan hijrahnya.
Saat itu, ia dihadapkan pada dua pilihan besar, berhenti atas kesadaran sendiri atau dipaksa berhenti oleh keadaan. Namun, ketakutan terbesar bukanlah kehilangan bisnis, melainkan kekhawatiran tentang masa depan dan sumber rezeki jika ia meninggalkan semuanya.
Ketakutan itu terus menghantuinya hingga suatu hari ia mendengarkan ceramah KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym. Saat itu, Aa Gym membahas konsep rezeki melalui analogi janin dalam kandungan.
Dalam ceramah tersebut, Aa Gym menjelaskan bahwa janin tidak memiliki kemampuan apa pun untuk mencari nafkah. Namun, si janin tetap mendapatkan rezeki melalui ibunya karena Allah telah menjaminnya.
Dennis Lim mengingat kembali pesan ceramah Aa Gym tentang keyakinan terhadap rezeki.
“Beliau tanya, itu janin yang cari rezeki atau rezeki yang datengin janin? Rezeki yang datengin janin. Terus kamu yang sudah dewasa, bisa kerja, bisa minta, bisa sujud sama Tuhanmu, segitu ragunya sama Allah?” katanya, mengulang pesan ceramah Aa Gym.
Banyak orang yang masih terjebak dalam lingkaran judi. Menurutnya, hal itu disebabkan karena berjudi bisa mendapatkan uang dengan cepat. Padahal, semua itu hanya permainan bandar.
Dennis Lim mengungkapkan pandangannya tentang keuntungan yang membuat orang tertarik pada perjudian. “Karena kata orang itu sumber kebahagiaan, dapat duitnya cepet, gampang, yang kalah pun ketagihan, apalagi yang jadi bandar yang pasti menang,” jelasnya dilansir detikhot.com.
Baginya, hijrah bukan sekadar mengubah penampilan, tetapi juga memperbaiki sikap, kebiasaan, dan cara menjalani kehidupan. Proses tidak selalu berjalan mudah, khususnya kepada seseorang yang harus meninggalkan lingkungan yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, Dennis Lim berusaha menjalani perubahan tersebut dengan memperdalam ilmu agama dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, perjalanan hijrah tersebut didasari atas kecintaan Sang Maha Kuasa terhadapnya. Allah SWT masih memberikannya kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar.
Dennis Lim mengungkapkan keyakinannya bahwa Allah SWT masih memberinya kesempatan untuk bertobat. “Tapi kita mikirnya gini, kalau Allah sudah benci dengan diri kita yang dulu, sudah Allah matikan di detik itu, tapi kenapa sekarang masih hidup sederhana, Allah masih sayang dan waktunya dipakai untuk bertobat. Mohon doanya ya, in syaa Allah,” ucapnya.
Kisah Dennis Lim menunjukkan bahwa seseorang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, meskipun pernah menjalani kehidupan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Perubahan membutuhkan niat, usaha, dan kesungguhan untuk meninggalkan kebiasaan lama.
Perjalanan hijrahnya juga menjadi pengingat bahwa harta bukan satu-satunya ukuran kebahagiaan. Seseorang perlu menemukan tujuan hidup yang lebih bermakna dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui dakwahnya, Dennis Lim membagikan pelajaran dari pengalaman hidupnya kepada masyarakat bahwa kekayaan yang diperoleh dengan cara haram tidak menjamin kebahagiaan dan ketenangan hidup.
Terakhir, ia menyampaikan pesan kepada orang-orang yang masih terjerumus dalam perjudian agar segera kembali ke jalan yang benar.
“Semua pasti ingin sukses, pengen bahagia, kalian kejarlah sumber kebaikan nanti akan dapat kebahagiaan. Dunia yang dulu kita kejar, nanti dunia yang akan mengejar kita,” tegasnya.
Kisah tersebut mengajak umat Islam untuk tidak mudah menyerah dalam memperbaiki diri, menjadikan masa lalu sebagai pelajaran, dan menggunakan kesempatan hidup untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi sesama. [Mahessa]























