Jakarta, Gontonrnews — Semua lapisan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan tentu berkontribusi dalam pembangunan negeri ini. Sebagai Muslimah sejati, sudah selayaknya kita turut berjuang membangun negeri tercinta Indonesia Raya dengan kapasitas dan kempuan kita masing-masing.
Ustazah Dr Oki Setiana Dewi MPd menekankan, “Yakinlah semua kita itu cerdas.” Setiap orang punya kecerdasan berbeda-beda, sambung aktris dan da’iah nasional itu, tinggal tugas kita menemukan kita ini cerdasnya dimana. Setelah itu, tambahnya, asah kecerdasan itu dan jadilah bintang di tempatnya masing-masing.
Sebagai orangtua kita juga mempunyai tugas untuk jeli melihat potensi bakat anak kita, lalu kemudian mensuportnya. Kemudian bekerjalah dengan pekerjaan yang kita nyaman dan senang, dengan begitu kita akan maksimal mengeluarkan potensi kita.
Maka, lanjut ustadzah kelahiran 13 Januari 1989 itu, kontribusi Muslimah berbeda-beda. Misalnya, ada yang suka menulis, maka tulislah tulisan dakwah, ada yang suka menggambar, maka pastikan membuat baju-baju yang menutup aurat, dan lainnya. “Bekerjalah secara profesional, disiplin, serta tepat waktu,” ujar istri Ory Vitrio SKom tersebut.
Apapun amanah yang telah Allah berikan kepada kita, baik sebagai anak, istri, ibu, ibu bekerja, dan sebagainya, pastikan semua dikerjakan lillah (karena Allah). Dengan lillah tidak akan capek, semua kebaikan yang dilakukan, mau dilihat orang atau tidak, tidak akan capek. Sebab kebaikan yang dilakukan akan kembali ke dirimu sendiri.
Kemudian, Ustadzah Oki pun berbagi tiga tips membangun negeri tugas. Pertama ialah mari membangun negeri lillah. Kedua, bangun negeri dengan mencintai segala apa yang dilakukan. Lakukan pekerjaan kita dengan sungguh-sungguh dan professional. Ketiga, bangun negeri dengan berjamaah. “Berjamaah kita bisa,” tegasnya.
Tak terasa Indonesia telah merdeka ke 77 tahun. Jika dulu rakyat memperjuangkan dengan cara yang luar biasa, namun hari ini caranya berbeda tidak dengan tumpah darah. Kita bisa bangun negeri ini, jika kita tidak terpecah belah. Kita semua warga Indonesia adalah bersaudara. Kita punya agama yang berbeda di negeri ini, tapi kita saling menghargai dan menghormatinya. Kita saudara sesama manusia.
Bangsa yang besar tidak akan pernah terbangun tanpa ada persatuan. “Mari kita kuatkan ukhuwah ini, kita jadikan bangsa ini bangsa yang besar, dengan cara tidak ikut-ikutan menebar kebencian,” pungkas pemeran Ana Althafun Nisa dalam film, Ketika Cinta Bertasbih, itu kepada Gontornews.com. <Edithya Miranti>


















