Jakarta, Gontornews — Kapal Klinik Apung Said Tuhuleley telah bersandar di Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat (17/2). Dalam siaran persnya, Lazismu bersama PP Muhammadiyah menjelaskan keberadaan Klinik Apung yang ide awalnya spontan saat rapat pleno PP Muhammadiyah berkenaan dengan tanwir di Ambon.
Ketua PP Muhammadiyah Hajrianto Y Thohari mengatakan, ini kapal pertama milik Muhammadiyah. “Jika setahun ke depan berjalan sukses, Muhammadiyah bertekad menambah 13 kapal,” katanya.
Klinik Apung yang pertama ini, akan beroperasi di Kepulauan Maluku untuk melayani kesehatan masyarakat luas di sana.
Ia menjelaskan, selain layanan kesehatan, ke depan Lazismu akan membidik di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. “Sebagai negara maritim, aspek kesejahteraan perlu diperhatikan juga. Masyarakat di kawasan 3T adalah target sasaran yang tepat,” bebernya.
Mewakili PP Muhammadiyah, ia berpesan agar klinik ini dikelola secara profesional untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan semangat filantropi, cinta sesama manusia dan siap memberi pertolongan kepada sesama tanpa melihat latar belakang seseorang.
“Maka optimalisasi klinik apung yang pertama ini sebagai pilot project untuk memulai program lain di bidang pendidikan dan sosial dakwah ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu mengatakan klinik apung hasil sumbangan masyarakat yang telah memercayakan kepada lazismu. “Klinik Apung tersebut merupakan impian saat mahasiswa KKN UMY melakukan pemberdayaan di Indonesia Timur yang didukung Lazismu beberapa waktu yang lalu. Saat ditanya apa impian mahasiswa itu? Klinik Apung impiannya,” tutur Hilman. [Fathurroji/Rus]




















