Bogor, Gontornews — Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Sahid Bogor melaksanakan sosialisasi inovasi COSTI (Coffee Snack Purwabakti) di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Rabu (23/8/2023).
Desa Purwabakti memiliki banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan dan diinovasikan, salah satunya Kopi. Hal ini berkaitan dengan potensi yang ada pada Desa Purwabakti, tepatnya di Kampung Cikudamulya RW 05 dan Kampung Purwabakti RW 02 yang lokasinya tidak begitu jauh dari kantor desa.
Melihat peluang tersebut, mahasiswa berinovasi membuat cemilan dari kopi. Menurut warga Desa Purwabakti, inovasi ini terbilang unik dan menarik karena jarang ada di pasaran.
COSTI (Coffee Snack Purwabakti) merupakan salah satu camilan olahan pangan lokal berbahan dasar kopi pilihan hasil panen petani Desa Purwabakti yang beraneka macam rasa dan bentuk. Di antaranya ada stik, kripik, krupuk, dan bipang dengan tekstur yang renyah, rasa yang lezat, dan memiliki aroma khas kopi yang harum. Menjadikan camilan sebagai pilihan tepat bagi siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.
“Masyarakat yang mayoritas sebagai petani banyak sekali memiliki kebun termasuk kebun kopi yang sedikit banyak dikelola oleh masyarakat setempat. Ini menjadi landasan dasar kami, mahasiswa KKN INAIS, untuk mengeksploitasi bahan dasar kopi yang dipadukan dengan tepung terigu dan tepung tapioka sehingga menjadi Coffee Snack Purwabakti (COSTI). ini menjadi suatu ide dan terobosan baru dalam menciptakan ekonomi masyarakat yang stabil,” ujar Miftahul Pajar, ketua KKN INAIS Kelompok 5 Desa Purwabakti.
Saat ini mahasiswa KKN INAIS berupaya membuka kembali ruang finansial masyarakat dengan pemanfaatan kopi lokal menjadi cemilan berbasis inovasi desa. “Tentunya dengan membuat Coffee Snack Purwabakti ini juga membantu para pelaku UMKM yang ada di Desa Purwabakti untuk berinovasi dalam setiap produk yang dikelola dan dipasarkan, serta antusias masyarakat terhadap pembuatan Coffee Snack Purwabakti (COSTI) sangat perlu diapresiasi karena kami tidak bisa dengan maksimal dalam melaksanakan pembuatan cemilan yang berbasis inovasi desa dengan memanfaatkan potensi kopi lokal,” lanjutnya.
Selain itu, jelas Miftahul Pajar, COSTI ini nantinya akan dialihkan kepada masyarakat Desa Purwabakti untuk dikelola secara berkelanjutan. “Bukan hanya sekedar pembuatan cemilan kopi saja yang disosialisasikan oleh mahasiswa KKN INAIS, kami juga menyosialisasikan cara pengemasan dan pemasaran hingga Masyarakat bisa memperoleh penghasilan,” terangnya.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada aparatur pemerintahan desa dan masyarakat yang terlibat atas dukungan serta kontribusi dalam melaksanakan kegiatan KKN.”
Dia berharap inovasi yang digagas oleh mahasiswa KKN INAIS Desa Purwabakti ini dapat membantu perekonomian masyarakat demi terciptanya masyarakat yang mandiri dan inovatif. []



















