Pertanyaan
Dalam berbagai media, orang sering membicarakan soal makhluk luar angkasa semisal UFO atau ET. Mohon penjelasannya, bagaimana Islam memandang makhluk luar angkasa?
Jawaban
Allah Maha Menciptakan segala makhluk yang ada di alam semesta ini. Begitu banyak hewan dan tumbuhan yang indah dan menakjubkan, baik di darat, udara maupun laut. Masih banyak makhluk lain yang tidak atau belum diketahui manusia. Apalagi dengan makhluk yang tersebar baik di bumi maupun di langit (luar angkasa). Allah berfirman: “Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal (peranakan kuda dan keledai) dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa-apa yang kamu tidak mengetahuinya.†(Al-Nahl (16): 8). Al-Razi mengatakan, jenis dan bentuk hewan (makhluk hidup)tidak terbatas jumlahnya sehingga manusia tidak akan mampu untuk mengetahuinya (Mafatih al-Ghayb, Juz 19, h. 178).
Mengenai keberadaan makhluk luar angkasa tertuang dalam firman Allah: “Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda kebesaran-Nya ialah menciptakan langit-langit dan bumi dan dÄbbah (makhluk-makhluk yang melata) yang Dia sebarkan pada keduanya (langit dan bumi). Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya (di Hari Penghakiman) apabila dikehendaki-Nya.†(Ash-Shura (42): 29). Al-Tabari berkata, dÄbbah adalah nama untuk makhluk hidup yang merayap di atas bumi. (Jami’ al-Bayan, Juz 3, h. 12). Al-Zamakhshari berkata, mungkin saja Allah menciptakan hewan yang berjalan seperti manusia di langit (luar angkasa). Allah Maha Berkuasa untuk menciptakan apa yang diketahui oleh manusia maupun yang tidak. (Al-Kashshaf, Juz 4, h. 255). Arti kata dÄbbah di sini tidak mencakup malaikat karena dalam ayat lain keduanya disebutkan bersamaan yang menunjukkan perbedaan entitas. Allah berfirman: “Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit-langit dan di bumi dari dÄbbah (semua makhluk yang melata) dan (juga) para malaikat.†(An-Nahl (16): 49).
Dalam ayat lain juga dijelaskan, di antara dÄbbah ada yang berjalan di atas perutnya seperti ular, atau dengan dua kaki seperti manusia dan burung atau dengan empat kaki seperti kebanyakan hewan. Allah berfirman: “Dan Allah telah menciptakan semua jenis dÄbbah dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.†(An-Nur (24): 45).
Dari ayat-ayat di atas, bisa dipahami mahkluk tak terhingga jumlahnya sehingga mustahil bagi manusia dengan keterbatasannya untuk mengetahui semuanya. Di antara makhluk tersebut, al-Qur’an menyebutnya dÄbbah yang tersebar di seluruh penjuru langit dan bumi. Yaitu makhluk melata atau yang menjejak suatu tempat pijakan di manapun ia berada.
Ayat-ayat lain menunjukkan kemungkinan keberadaan makhluk luar angkasa antara lain adalah firman Allah: “Langit yang tujuh, bumi dan semua makhluk yang ada di dalamnya (langit dan bumi) bertasbih kepada Allah .… tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.†(Al-Isra’ (17): 44). Begitu juga ayat: “Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.†(Al-Maidah (5): 17). Allah juga berfirman: “Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi.†(Al-Zukhruf (43): 84).
Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa Allah sajalah yang menciptakan, memiliki dan memelihara seluruh makhluk yang berada di langit dan bumi. Dialah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah di alam semesta ini.
Penciptaan Allah di langit dan bumi berserta isinya mengandung hikmah dan tujuan  mendalam. Setiap makhluk memiliki tugas dan fungsinya masing-masing dalam kesatuan sistem alam yang sempurna yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan Allah. Tidak ada satupun yang diciptakan kecuali ia memiliki faedah dan manfaat. Allah berfirman: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah.†(Shad (38): 27). Allah juga memberitahukan bahwa penciptaan langit dan bumi beserta isinya pada dasarnya adalah untuk memberikan maslahat kepada manusia. Allah berfirman: “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.†(Luqman (31): 20).
Semua makhluk di langit dan bumi ditujukan untuk kemaslahatan manusia. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam… Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.†(Al-Isra’ (17): 70). Keutamaan ini sebagaimana dalam bentuk penciptaannya yang indah dan disempurnakan dengan panca indera terutama akal: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya†(AT-Tin (95): 4). Keutamaan juga karena Allah telah memilih para kekasih-Nya: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran atas seluruh alam.†(Ali ‘Imran (3): 33), dan kekasih utama-Nya: “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqan (al Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.†(Al-Furqan (25): 1).
Maka,  bisa disimpulkan bahwa memang terdapat isyarat (kemungkinan) keberadaan makhluk luar angkasa yang –tentunya–memiliki hikmah tersendiri di balik penciptaannya. Namun demikian, manusia tetap makhluk yang paling utama dan sempurna. Sebab itu, seluruh makhluk Allah yang berada di langit maupun di bumi sesungguhnya diciptakan untuk kemaslahatan manusia agar semakin beriman dan beribadah hanya kepada-Nya. [Mujib Abdurrahman]


























Assalamualaikum Ust
Mengapa dalam quran ada tanda baca saktah? Fungsi tanda baca ini apa ust.
Syukron.,
Oleh idham oka