Valletta, Gontornews — Pihak berwenang Malta akhirnya mengizinkan 58 migran meninggalkan kapal Aquarius menuju Valletta setelah mereka menunggu berhari-hari di laut yang ganas, di kapal penyelamat yang tidak bisa lagi meninggalkan pelabuhan setelah benderanya diambil.
Seperti dirilis Aljazeera, para migran, termasuk warga Libya, sub-Sahara Afrika dan Afghanistan, diangkut dengan dua bus di pangkalan Angkatan Bersenjata Malta di Valletta pada hari Ahad (30/9) setelah dipindahkan dari kapal Aquarius ke kapal patroli Maltese di perairan internasional.
“Semua migran yang turun di Malta akan dipindahkan ke empat negara Eropa lainnya dalam beberapa hari mendatang,” kata Pemerintah Malta dalam sebuah pernyataan.
Para migran termasuk wanita hamil lima bulan dan anjing Bella, hewan pertama yang diselamatkan bersama migran di Mediterania akan dikirim ke empat negara Eropa setelah kebuntuan menegangkan atas nasib mereka pekan lalu.
Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan belum memutuskan ke mana para migran -18 anak, 17 wanita, 23 pria dan seekor anjing- itu, akan pergi.
“Kami berharap bahwa mereka akan meninggalkan Malta dalam beberapa hari,” kata perwakilan UNHCR Paolo Biondi kepada kantor berita AFP di pangkalan itu.
Perancis telah setuju untuk mengambil 18 migran, Jerman dan Spanyol masing-masing 15 dan Portugal 10.
Panama menarik benderanya dari kapal seminggu yang lalu, yang berarti kapal Aquarius yang tidak terdaftar tidak akan bisa meninggalkan pelabuhan. Sementara kapal penyelamat lainnya yang telah disita di Valletta sedang menghadapi kasus hukum yang berlarut-larut. [Rusdiono Mukri]




















