Jenewa, Gontornews – Mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa Bangsa (Sekjen PBB), Kofi Annan dikabarkan meninggal dunia di usia 80 tahun. Menurut keterangan dari kerabatnya, Annan meninggal dunia di rumah sakit di Bern, Swiss, Ahad (19/8).
Yayasan Kofi Annan yang bermarkas di Jenewa, Swiss, enggan menjelaskan penyebab kematian pria peraih gelar Nobel Perdamaian tersebut dan menyebut keluarganya ada di sisi Annan menjelang kematiannya.
Sekjen PBB, Antoino Guterres mengatakan bahwa Kofi Annan merupakan sosok yang tidak tergantikan terutama saat dirinya memimpin sebuah organisasi di era milenium.
“Dalam banyak hal, Kofi Annan adalah (representasi dari) PBB. Ia bangkit dan berhasil memimpin organisasi tersebut menjadi lebih bermartabat di era milenimum serta memiliki tekad yang tidak tertandingi,” ungkap Guterres dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.
Dengan posisinya sebagi Sekjen PBB, Annan menentang keras kebijakan luar negeri Amerika Serikat pada tahun 2003 tentang upaya perdamaian di Suriah. Annan lantas mundur dari kursi Sekjen PBB karena sejumlah kekuatan dunia gagal memenuhi komitmen mereka.
“Saya kehilangan pasukan saya dalam perjalanan ke Damaskus,” ujar Annan.
“Saya adalah orang yang optimis dan sangat keras kepala. Saya dilahirkan sebagai orang yang optimis dan akan terus optimis,” tambah Annan.
Dalam beberapa dekade terakhir sebelum meninggal dunia, Annan aktif dalam memperjuangkan upaya untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di sejumlah negara di Afrika, Asia dan Timur Tengah. Selamat jalan Koffi Anan! [Mohamad Deny Irawan]





















