New York, Gontornews — Masyarakat internasional telah menyatakan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar.
Sedikitnya 86 orang tewas dan sekitar 30 ribu lainnya terlantar sejak meningkatnya kekerasan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.
“Kami terus mendesak Pemerintah Myanmar untuk melakukan penyelidikan independen terhadap peristiwa di negara bagian Rakhine, dan membuka akses media ke wilayah itu,” kata Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Nicole Thompson seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (24/11).
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyerukan perlunya penyelidikan atas serangan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.
Sementara itu Malaysia mengatakan pada hari Rabu (23/11), sedang mempertimbangkan menarik diri dari turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh Myanmar sebagai protes terhadap tindakan kerasan yang menimpa Muslim Rohingya. Tak cuma itu, Malaysia juga meminta Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA, member sanksi kepada Myanmar.
Banyak orang di Myanmar terutama umat Budha yang menilai 1,1 juta jiwa Muslim Rohingya di Myanmar sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. [Rusdiono Mukri]


















