Yerevan, Gontornews — Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan memperingatkan tentang percobaan kudeta militer terhadapnya pada 25 Februari. Ribuan orang turun ke jalan ibukota untuk mendukungnya setelah tentara menuntut dia dan pemerintahnya mundur.
Demonstrasi dimulai segera setelah Pashinyan menandatangani kesepakatan damai 10 November yang membuat Azerbaijan merebut kembali kendali atas sebagian besar Nagorno-Karabakh dan daerah sekitarnya yang telah diduduki oleh pasukan Armenia selama lebih dari seperempat abad.
Pashinyan, mantan jurnalis yang berkuasa dalam revolusi damai pada Mei 2018, telah menolak seruan untuk mundur meskipun ada protes dari oposisi. Dia mengatakan bertanggung jawab atas apa yang terjadi tetapi sekarang perlu memastikan keamanan negaranya.
Hurriyetdailynews.com merilis, pada 25 Februari, tentara juga memintanya untuk mengundurkan diri.
“Manajemen yang tidak efektif dari pihak berwenang saat ini dan kesalahan serius dalam kebijakan luar negeri telah menempatkan negara di ambang kehancuran,” kata militer dalam sebuah pernyataan.
Militer mengecam tindakan Pashinyan yang memecat wakil kepala pertama staf umum angkatan darat, sebuah tindakan yang digambarkannya sebagai tidak bertanggung jawab, tidak berdasar dan merugikan negara.
Dua mantan presiden Armenia – Robert Kocharyan dan Serzh Sarksyan – merilis pernyataan yang meminta rakyat Armenia untuk memberikan dukungan kepada militer.
Tidak jelas apakah tentara bersedia menggunakan kekuatan untuk mendukung pernyataannya, yang meminta Pashinyan untuk mundur.
Namun Pashinyan menanggapi hal itu dengan meminta para pengikutnya untuk berkumpul di pusat ibukota, Yerevan, untuk mendukungnya dan berpidato melalui akun Facebook kepada rakyatnya dalam siaran langsung.
“Masalah terpenting saat ini ialah menjaga kekuasaan di tangan rakyat, karena saya menganggap apa yang terjadi sebagai kudeta militer,” kata Pashinyan.
Dia kemudian muncul bersama istri, putra dan putrinya di luar gedung utama pemerintah menyambut ribuan pendukungnya yang berkumpul di tempat itu. Dia mengatakan penting untuk menghindari konfrontasi meskipun ketegangan meningkat.
“Bahaya kudeta bisa dikendalikan,” katanya. “Kami tidak memiliki musuh di Armenia. Kami hanya memiliki saudara laki-laki dan perempuan.”
“Sebagai perdana menteri terpilih, saya memerintahkan semua jenderal, perwira dan tentara: lakukan tugas Anda untuk melindungi perbatasan negara dan integritas teritorial,” katanya, dalam rapat umum dengan para pendukungnya.
Dia menambahkan bahwa tentara “harus mematuhi rakyat dan otoritas terpilih”.
Sementara itu ribuan pendukung oposisi melakukan protes tandingan di alun-alun lain di ibukota. Mereka terlihat bersorak dan bertepuk tangan saat sebuah jet tempur terbang di atas kepala mereka dalam video yang diedarkan oleh kantor berita Rusia, RIA.
Dalam siaran langsung Pashinyan sebelumnya, dia mengatakan telah memberhentikan kepala staf umum angkatan bersenjata, sebuah langkah yang masih perlu ditandatangani oleh presiden.
Pashinyan mengatakan penggantinya akan diumumkan kemudian dan krisis akan diatasi secara konstitusional.
Arayik Harutyunyan, presiden wilayah Nagorno-Karabakh, menawarkan diri sebagai mediator antara Pashinyan dan staf umum.
“Kami sudah menumpahkan cukup darah. Saatnya mengatasi krisis dan maju terus,” katanya. []




















