Jeddah, Gontornews — Arab Saudi akan mulai memperluas program vaksin virus korona (COVID-19) setelah mereka yang rentan dan orang tua, kata kementerian kesehatan pada hari Kamis (25/2).
Jurbicara kementerian Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly mendesak masyarakat untuk mendaftar vaksinasi lebih awal.
Meski fokusnya masih pada mereka yang berusia 65 tahun ke atas, namun sekarang peluncuran vaksin akan diperluas untuk segmen populasi lainnya, katanya dirilis Arabnews.com.
Otoritas Makanan dan Obat Saudi telah menyetujui vaksin Oxford/AstraZeneca dan Pfizer/BioNTech, dan sedang mengevaluasi empat vaksin lainnya, kata jurubicara Tayseer Al-Mufarij.
Sejauh ini sebanyak 639.587 orang telah divaksinasi.
Al-Abd Al-Aly mengatakan bahwa pusat-pusat Taakad masih melakukan tes virus corona, sementara siapa pun dengan kemungkinan gejala dapat mengunjungi salah satu klinik Tetamman yang dilengkapi peralatan khusus.
Klinik telah menerima 2.008.083 pasien, sementara 28.040.237 orang telah mendapat manfaat dari layanan konsultasi dengan menelepon perwakilan kementerian di 937.
Pada hari Kamis, Kerajaan Saudi melaporkan lima kematian terkait virus korona, menambah jumlah korban sejak pandemi dimulai menjadi 6.480.
Sebanyak 356 kasus baru dilaporkan, meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi menjadi 376.377. Saat ini di Saudi ada 2.574 kasus aktif, dengan 473 di antaranya dalam kondisi kritis.
“Kami memantau fluktuasi di wilayah Kerajaan. Di sejumlah daerah ada peningkatan kasus sementara yang lain kasusnya lebih sedikit. Ini menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya stabil. Kita harus mengerahkan lebih banyak upaya untuk merasa nyaman,” kata Al-Abd Al-Aly.
Menurut kementerian, 180 dari kasus yang baru tercatat berada di wilayah Riyadh, 80 di Provinsi Timur, 37 di Mekkah dan 13 di Qassim. Daerah lainnya melaporkan kasus dalam satu digit. []




















