Manama, Gontornews–Sepertinya hal ini mustahil tapi inilah salah satu fenomena musim haji tahun ini. Seorang warga Cina beragama Islam nekat bersepeda ke Arab Saudi demi menunaikan ibadah haji. Kenekatannya ini menuai simpati dan pujian dari beberapa pihak, khususnya komunitas sepeda di beberapa negara.
Pria ini bernama Muhammad. Ia dilaporkan meninggalkan rumahnya di Xinjiang, sebelah barat laut Cina menggunakan sepeda . Muhammad mengayuh sepedanya sekitar 8.150 km untuk sampai di kota Taif. Di kota tersebut Muhammad mendapat sambutan khusus dari klub bersepeda lokal.
Seperti dilansir dari gulfnews, (28/8), Muhammad sempat tinggal sejenak di kota Taif. Pembalap asal Cina ini didampingi oleh anggota klub bersepeda Taif ke Mekah menuju Baitullah.
“Kami adalah klub bersepeda pertama di Arab Saudi yang menyambut pengendara Cina dan kami berharap untuk klub lain menyambut Dia dan memperkenalkan dia masuk kota-kota mereka,” kata Nayef Al Rawas, kepala klub Taif.
Lembaga Administrasi Pemerintah Cina untuk Urusan Agama (SARA) mengatakan bahwa Muhammad adalah satu dari 14.500 jamaah haji asal Cina yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Sebenarnya Cina memiliki 37 penerbangan untuk memberangkatkan umat Islam menunaikan ibadah rukun Islam yang kelima tersebut. Dilaporkan pula sekitar 11.000 jamaah haji asal Cina telah tiba di Makkah dan siap mengikuti ritual haji tahun ini.
Untuk diketahui pula, Muhammad bukanlah satu-satunya Muslim yang berangkat haji dengan naik sepeda. Pada bulan Mei 2014 lalu, sekelompok warga Malaysia berangkat menuju Madinah menggunakan sepeda motor.
Mereka yang berjumlah 12 orang ini menumpangi 8 sepeda motor, melewati 12 negara dan berhenti di 53 kota. Kelompok itu mengungkapkan, selama dua bulan perjalanan, satu-satunya masalah serius yang mereka temui ketika berada di perbatasan negara atau menyeberang laut.
Mereka menambahkan bahwa setiap kali melintas ke negara lain, kedutaan Malaysia memfasilitasi masuknya mereka. “Itu kebanyakan tindakan pencegahan oleh penjaga di perbatasan,” kata mereka.
Pemimpin tim mengatakan bahwa tujuan utama dari 60-hari perjalanan adalah untuk melakukan umrah di Makkah. [Ahmad Muhajir/DJ]

















