pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 20 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Ekonomi

Nobelis Ekonomi Richard H Thaler: Psikologi Manusia Menentukan Perilaku Ekonominya

Oleh Dedi Junaedi, Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
6 February 2018
in Ekonomi
0
Nobelis Ekonomi Richard H Thaler:  Psikologi Manusia Menentukan Perilaku Ekonominya

AS kembali menunjukkan dominasinya. Setelah meraup nobel fisika, kimia dan kedokteran, negara adidaya kembali menampilkan supremasinya dalam ekonomi. Richard H. Thaler, ekonom  University of Chicago dinobatkan sebagai Nobelis Ekonomi 2017.

Gurubesar ekonomi berusia 72 tahun itu dinilai berjasa mengembangkan ilmu perilaku ekonomi. Dia mampu mengintegrasikan bagaimana konsep dan asumsi psikologi manusia dapat menjelaskan  rasionalitas dalam perilaku pasar dan ekonomi secara umum.

“Dalam penelitiannya, Thaler berhasil mengintegrasikan  asumsi-asumsi psikologis yang realistis ke dalam analisis pengambilan keputusan dan perilaku ekonomi,” kata Goran K Hansson, Ketua  Komite Nobel Akademi Sains Kerajaan Swedia (SRAS) seperti dikutip AFP (9/10/2017).

Komite Nobel menyebut dosen dan peneliti  Booth School of Business pada University of Chicago telah lama mengeksplorasi konsekuensi rasionalitas terbatas, preferensi sosial, dan kurangnya pengendalian diri manusia. Thaler dinilai telah berhasil menunjukkan bagaimana sifat-sifat manusia ini secara sistematis mempengaruhi keputusan individu, juga perilaku pasar dan ekonomi.

BACA JUGA

BI-Kemenag-UNIDA Gontor Gelar Sekolah Wakaf

KUII Ke-8: BAZNAS Komitmen Perkuat Peran Zakat untuk Pemberdayaan Mustahik

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

‘’Sebagai akademisi, Thaler telah sukses membangun jembatan ilmiah antara analisis ekonomi dan psikologis untuk pengambilan keputusan individual maupun institusional,’’ ungkap Hansson.

Akuntansi Mental

Seperti diketahui, Thaler mengembangkan teori “akuntansi mental” yang menjelaskan bagaimana orang membuat keputusan keuangan dengan membuat akun terpisah di benak mereka, memusatkan perhatian pada dampak sempit daripada keseluruhan efeknya.

Selain itu dalam penelitiannya, Thaler membahas mengenai konsep keadilan. Konsep itu menunjukkan bagaimana kekhawatiran konsumen dapat menghentikan perusahaan menaikkan harga pada periode permintaan tinggi.

Dia juga berhasli menjelaskan bagaimana banyak orang menyerah pada godaan belanja untuk kebutuhan jangka pendek. Akibatnya, banyak orang gagal merencanakan dan menabung untuk usia lanjut.

Thaler sendiri merupakan ekonom yang cukup produktif dalam menerlukan buku. Karyanya yang paling terkenal  berjudul Nudge : Improving Decisions About Health, Wealth and Happiness. Buku terbitan Yale University Press 2008 ini ditulis bersama Cass R. Sunstein.  Buku ini menjelaskan tentang bagaimana masyarakat dan organisasi (termasuk pemerintah) dapat membantu orang agar dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam keseharian.

Orang, tulis Thaler, seringkali membuat keputusan yang salah dan akhirnya menyesal.  “Kita melakukan ini karena sebagai manusia, kita semua sangat mudah terpengaruh dengan banyak hal yang kurang baik dan akhirnya dapat mengakibatkan kesalahan dalam pendidikan, keuangan pribadi, kesehatan, kredit, kebahagiaan dan bahkan dapat merusak dunia.”

Buku tenar lainnya yang antara lain  berjudul “Quasi-Rational Economics” ; “The Winner’s Curse: Paradoxes and Anomalies of Economic Life” dan “Advances in Behavioral Finance.” Keduanya membahas tentang paradox dan anomali keputusan ekonomi yang berbasis pertimbangan kuasi-rasional serta perilaku finansial sebagai ekspresi psikologis.

Thaler lahir di New Jersey, 1945. Dia tercatat lulus meraih gelar sarjana ekonomi dari Case Western Reserve University pada 1967. Ia menerima gelar master ekonomi dari University of Rochester pada  1970 dan gelar doktor pada 1974. Selain dosen ekonomi di Rochester, Thaler juga tercatat telah bergabung dengan University of Chicago’s Booth School of Business sejak 1995.

Nudge Theory

Secara sederhana NudgeTheory, menyarankan bahwa dalam membuat suatu pilihan (bisa juga peraturan atau anjuran) seharusnya berdasarkan pada bagaimana seseorang berpikir dan mengambil keputusan (lebih menggunakan insting dan seringkali tidak rasional atau mungkin boleh dibilang emosional). Dibandingkan dengan pemimpin dan pemerintah yang sering berasumsi dan percaya bahwa seseorang selalu berpikir dan mengambil keputusan dengan rasional dan menggunakan logika.

Menurut Thaler dan Sunstein, dorongan (Nudge) adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan arsitektur pilihan yang mengubah prilaku seseorang dengan terukur dengan tidak membatasi pilihan atau secara signifikan mengubah keuntungan ekonomisnya. Agar bisa dianggap sebagai dorongan maka sebuah intervensi haruslah mudah dan tidak memakan biaya untuk dihindari. Dorongan bukanlah sebuah keharusan.

Sebagai contoh untuk mempengaruhi agar orang makan makanan yang sehat. Meletakkan buah di rak yang selevel dengan mata kita (eye level) adalah dorongan  sedangkan melarang orang makan Junk food adalah bukan sebuah nudge.

Dalam kehidupan pribadi contoh antara dorongan atau bukan, misalnya jika sedang diet akan lebih positif menggunakan piring yang lebih kecil dibandingkan dengan menghitung berapa kalori yang sedang kita makan.

Di lingkungan umum, misalnya daripada menempelkan banyak tanda larangan membuang sampah sembarangan mengapa kita tidak menaruh banyak tempat sampah di lokasi yang mudah terlihat.

Dalam ritel sebenarnya Nudge Theory sudah lama diterapkan, seperti contoh di atas. Jika kita ingin meningkatkan penjualan suatu jenis barang, maka cara yang termudah adalah dengan meletakannya di rak yang paling terlihat oleh mata.

Contoh lainnya, orang yang berkunjung ke toko atau mal, tanpa catatan belanja, akan cenderung banyak membeli sesuatu yang tidak direncanakan (impulse buying). Temasuk nudge juga ketika orang ingin mencukupi kandungan gizi makanan dan minuman dengan mengkonsumsi  junk food, bukan bahan pangan alami. Faktanya,  junk food  dengan paparan komposisi nutrisi ‘semi’ memang lebih menggoda. Apalagi makanan alami acap tak menarik penampilannya.

Pemerintah Spanyol termasuk sukses menerapkan Nudge Theory untuk masalah donor organ. Spanyol akan menganggap semua penduduk setuju untuk mendonasikan organnya (setelah meninggal). Kecuali jika ada sanggahan atau pernyataan keberatan dari yang bersangkutan untuk mendonasikan organ.

Perilaku Ekonomi

Thaler diakui merupakan satu dari pionir perilaku ekonomi dan finansial. Selama 40 tahun, Thaler mempelajari bias dan godaan manusia atas keputusan ekonomi dan finansial ketika banyak ekonom lain lebih melihat orang mengambil keputusan finansial secara rasional.

Thaler merupakan salah satu pionir dalam kajian bahwa manusia kadangkala membuat keputusan irasional dan bagaimana manusia bisa didorong untuk membuat keputusan yang lebih pintar. “Dia membuat ekonomi lebih manusiawi,” kata Peter Gärdenfors, anggota komite Nobel.

“Temuan Thaler telah menginspirasi banyak peneliti untuk mengikuti jejaknya dan ia telah membuka jalan bagi terciptanya bidang baru dalam ekonomi yang kita sebut ekonomi perilaku,” jelas Per Stroemberg, anggota Komite Nobel 2017.

Karya-karya Thaler dikenal tak hanya di lingkungan akademis. Bukunya, Nudge: Improving Decisions About Health, Wealth and Happiness, amat populer. The Economist dan Financial Times mendapuk buku ini sebagai book of the year 2009.

”Teori nudge membantu masyarakat menjadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan ekonomi,” katanya.Thaler dan Sunstein berpandangan, dengan memahami bagaimana seseorang membuat keputusan, ekonomi perilaku dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah di masyarakat dan memengaruhi kebijakan publik.

Buku tersebut juga turut memengaruhi bagaimana pemerintah membuat keputusan.  Perdana Menteri Inggris, David Cameron,  pada 2010 mendirikan Behavioral Insight Team atau Nudge Unit. Sekaligus mengangkat Thaler sebagai penasihat Pemerintah Inggris. Tujuannya mencari cara-cara inovatif untuk mengubah perilaku publik agar bisa meningkatkan perekonomian Inggris.

Mengacu pandangan Thaler pula, pemerintahan Presiden Barack Obama pada 2015 menerbitkan regulasi bertajuk Using Behavioral Science Insights to Better Serve the American People. Kebijakan ini mendorong depatemen dan lembaga federal untuk mengidentifikasi kebijakan, program, dan langkah di mana mengaplikasikan pandangan dalam ilmu perilaku dapat berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat, hasil program, dan efektivitas penghematan biaya.

Pendeknya, Teori Nudge membantu masyarakat menjadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan ekonomi. Maka, berkat kiprahnya dalam pengembangan teori ekonomi perilaku, Richard H Thaler dinyatakan berhak atas hadiah senilai 9 juta krona Swedia (sekitar Rp 15 miliar). Dia  tercatat sebagai Nobel Ekonomi ke-29 yang berasal dari University of Chicago selama 49 tahun usia penghargaan itu.

Teori itu, menurut Hansson, membuat publik mempertimbangkan kondisi psikologi mereka saat hendak mengambil keputusan ekonomi. Sebab, keputusan tersebut akan sangat memengaruhi perilaku ekonomi mereka dan akhirnya juga pasar.

Kepada pers, Thaler mereaksi berita kemenangannya dengan antusias. Saya ditanya, untuk apa saja hadiah sebesar itu untuk usia yang tidak muda? Sambil berseloroh, dia menjawab: ”Saya akan membelanjakan uang hadiah itu secara sangat tidak rasional.”

Dedi Junaedi

 

 

Tags: EkonomiNobelisPerilakuPsikologiRichard Thaler
Share153Tweet96Send
Previous Post

Sistem Kekebalan Tubuh

Next Post

Dunia  2025 versi Peter Diamandis

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result