15
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Ekonomi

Nobelis Ekonomi Richard H Thaler: Psikologi Manusia Menentukan Perilaku Ekonominya

Oleh Dedi Junaedi, Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
6 February 2018
in Ekonomi
0
Nobelis Ekonomi Richard H Thaler:  Psikologi Manusia Menentukan Perilaku Ekonominya

AS kembali menunjukkan dominasinya. Setelah meraup nobel fisika, kimia dan kedokteran, negara adidaya kembali menampilkan supremasinya dalam ekonomi. Richard H. Thaler, ekonom  University of Chicago dinobatkan sebagai Nobelis Ekonomi 2017.

Gurubesar ekonomi berusia 72 tahun itu dinilai berjasa mengembangkan ilmu perilaku ekonomi. Dia mampu mengintegrasikan bagaimana konsep dan asumsi psikologi manusia dapat menjelaskan  rasionalitas dalam perilaku pasar dan ekonomi secara umum.

“Dalam penelitiannya, Thaler berhasil mengintegrasikan  asumsi-asumsi psikologis yang realistis ke dalam analisis pengambilan keputusan dan perilaku ekonomi,” kata Goran K Hansson, Ketua  Komite Nobel Akademi Sains Kerajaan Swedia (SRAS) seperti dikutip AFP (9/10/2017).

Komite Nobel menyebut dosen dan peneliti  Booth School of Business pada University of Chicago telah lama mengeksplorasi konsekuensi rasionalitas terbatas, preferensi sosial, dan kurangnya pengendalian diri manusia. Thaler dinilai telah berhasil menunjukkan bagaimana sifat-sifat manusia ini secara sistematis mempengaruhi keputusan individu, juga perilaku pasar dan ekonomi.

BACA JUGA

Bank Indonesia Banten dan Sakinah Finance Mengajak Investasi Syariah dan Persiapan Pensiun ‘Smart Money Smart Living’

Sakinah Finance Mengadakan Workshop Akibat Literasi Keuangan Syariah

Workshop Tri Dharma 2026 Dorong Pengabdian Masyarakat Berbasis Digital dan Berkelanjutan

Sakinah Finance Mengadakan Workshop Akibat Literasi Keuangan Syariah Parah

Kemendagri: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat

‘’Sebagai akademisi, Thaler telah sukses membangun jembatan ilmiah antara analisis ekonomi dan psikologis untuk pengambilan keputusan individual maupun institusional,’’ ungkap Hansson.

Akuntansi Mental

Seperti diketahui, Thaler mengembangkan teori “akuntansi mental” yang menjelaskan bagaimana orang membuat keputusan keuangan dengan membuat akun terpisah di benak mereka, memusatkan perhatian pada dampak sempit daripada keseluruhan efeknya.

Selain itu dalam penelitiannya, Thaler membahas mengenai konsep keadilan. Konsep itu menunjukkan bagaimana kekhawatiran konsumen dapat menghentikan perusahaan menaikkan harga pada periode permintaan tinggi.

Dia juga berhasli menjelaskan bagaimana banyak orang menyerah pada godaan belanja untuk kebutuhan jangka pendek. Akibatnya, banyak orang gagal merencanakan dan menabung untuk usia lanjut.

Thaler sendiri merupakan ekonom yang cukup produktif dalam menerlukan buku. Karyanya yang paling terkenal  berjudul Nudge : Improving Decisions About Health, Wealth and Happiness. Buku terbitan Yale University Press 2008 ini ditulis bersama Cass R. Sunstein.  Buku ini menjelaskan tentang bagaimana masyarakat dan organisasi (termasuk pemerintah) dapat membantu orang agar dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam keseharian.

Orang, tulis Thaler, seringkali membuat keputusan yang salah dan akhirnya menyesal.  “Kita melakukan ini karena sebagai manusia, kita semua sangat mudah terpengaruh dengan banyak hal yang kurang baik dan akhirnya dapat mengakibatkan kesalahan dalam pendidikan, keuangan pribadi, kesehatan, kredit, kebahagiaan dan bahkan dapat merusak dunia.”

Buku tenar lainnya yang antara lain  berjudul “Quasi-Rational Economics” ; “The Winner’s Curse: Paradoxes and Anomalies of Economic Life” dan “Advances in Behavioral Finance.” Keduanya membahas tentang paradox dan anomali keputusan ekonomi yang berbasis pertimbangan kuasi-rasional serta perilaku finansial sebagai ekspresi psikologis.

Thaler lahir di New Jersey, 1945. Dia tercatat lulus meraih gelar sarjana ekonomi dari Case Western Reserve University pada 1967. Ia menerima gelar master ekonomi dari University of Rochester pada  1970 dan gelar doktor pada 1974. Selain dosen ekonomi di Rochester, Thaler juga tercatat telah bergabung dengan University of Chicago’s Booth School of Business sejak 1995.

Nudge Theory

Secara sederhana NudgeTheory, menyarankan bahwa dalam membuat suatu pilihan (bisa juga peraturan atau anjuran) seharusnya berdasarkan pada bagaimana seseorang berpikir dan mengambil keputusan (lebih menggunakan insting dan seringkali tidak rasional atau mungkin boleh dibilang emosional). Dibandingkan dengan pemimpin dan pemerintah yang sering berasumsi dan percaya bahwa seseorang selalu berpikir dan mengambil keputusan dengan rasional dan menggunakan logika.

Menurut Thaler dan Sunstein, dorongan (Nudge) adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan arsitektur pilihan yang mengubah prilaku seseorang dengan terukur dengan tidak membatasi pilihan atau secara signifikan mengubah keuntungan ekonomisnya. Agar bisa dianggap sebagai dorongan maka sebuah intervensi haruslah mudah dan tidak memakan biaya untuk dihindari. Dorongan bukanlah sebuah keharusan.

Sebagai contoh untuk mempengaruhi agar orang makan makanan yang sehat. Meletakkan buah di rak yang selevel dengan mata kita (eye level) adalah dorongan  sedangkan melarang orang makan Junk food adalah bukan sebuah nudge.

Dalam kehidupan pribadi contoh antara dorongan atau bukan, misalnya jika sedang diet akan lebih positif menggunakan piring yang lebih kecil dibandingkan dengan menghitung berapa kalori yang sedang kita makan.

Di lingkungan umum, misalnya daripada menempelkan banyak tanda larangan membuang sampah sembarangan mengapa kita tidak menaruh banyak tempat sampah di lokasi yang mudah terlihat.

Dalam ritel sebenarnya Nudge Theory sudah lama diterapkan, seperti contoh di atas. Jika kita ingin meningkatkan penjualan suatu jenis barang, maka cara yang termudah adalah dengan meletakannya di rak yang paling terlihat oleh mata.

Contoh lainnya, orang yang berkunjung ke toko atau mal, tanpa catatan belanja, akan cenderung banyak membeli sesuatu yang tidak direncanakan (impulse buying). Temasuk nudge juga ketika orang ingin mencukupi kandungan gizi makanan dan minuman dengan mengkonsumsi  junk food, bukan bahan pangan alami. Faktanya,  junk food  dengan paparan komposisi nutrisi ‘semi’ memang lebih menggoda. Apalagi makanan alami acap tak menarik penampilannya.

Pemerintah Spanyol termasuk sukses menerapkan Nudge Theory untuk masalah donor organ. Spanyol akan menganggap semua penduduk setuju untuk mendonasikan organnya (setelah meninggal). Kecuali jika ada sanggahan atau pernyataan keberatan dari yang bersangkutan untuk mendonasikan organ.

Perilaku Ekonomi

Thaler diakui merupakan satu dari pionir perilaku ekonomi dan finansial. Selama 40 tahun, Thaler mempelajari bias dan godaan manusia atas keputusan ekonomi dan finansial ketika banyak ekonom lain lebih melihat orang mengambil keputusan finansial secara rasional.

Thaler merupakan salah satu pionir dalam kajian bahwa manusia kadangkala membuat keputusan irasional dan bagaimana manusia bisa didorong untuk membuat keputusan yang lebih pintar. “Dia membuat ekonomi lebih manusiawi,” kata Peter Gärdenfors, anggota komite Nobel.

“Temuan Thaler telah menginspirasi banyak peneliti untuk mengikuti jejaknya dan ia telah membuka jalan bagi terciptanya bidang baru dalam ekonomi yang kita sebut ekonomi perilaku,” jelas Per Stroemberg, anggota Komite Nobel 2017.

Karya-karya Thaler dikenal tak hanya di lingkungan akademis. Bukunya, Nudge: Improving Decisions About Health, Wealth and Happiness, amat populer. The Economist dan Financial Times mendapuk buku ini sebagai book of the year 2009.

”Teori nudge membantu masyarakat menjadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan ekonomi,” katanya.Thaler dan Sunstein berpandangan, dengan memahami bagaimana seseorang membuat keputusan, ekonomi perilaku dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah di masyarakat dan memengaruhi kebijakan publik.

Buku tersebut juga turut memengaruhi bagaimana pemerintah membuat keputusan.  Perdana Menteri Inggris, David Cameron,  pada 2010 mendirikan Behavioral Insight Team atau Nudge Unit. Sekaligus mengangkat Thaler sebagai penasihat Pemerintah Inggris. Tujuannya mencari cara-cara inovatif untuk mengubah perilaku publik agar bisa meningkatkan perekonomian Inggris.

Mengacu pandangan Thaler pula, pemerintahan Presiden Barack Obama pada 2015 menerbitkan regulasi bertajuk Using Behavioral Science Insights to Better Serve the American People. Kebijakan ini mendorong depatemen dan lembaga federal untuk mengidentifikasi kebijakan, program, dan langkah di mana mengaplikasikan pandangan dalam ilmu perilaku dapat berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat, hasil program, dan efektivitas penghematan biaya.

Pendeknya, Teori Nudge membantu masyarakat menjadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan ekonomi. Maka, berkat kiprahnya dalam pengembangan teori ekonomi perilaku, Richard H Thaler dinyatakan berhak atas hadiah senilai 9 juta krona Swedia (sekitar Rp 15 miliar). Dia  tercatat sebagai Nobel Ekonomi ke-29 yang berasal dari University of Chicago selama 49 tahun usia penghargaan itu.

Teori itu, menurut Hansson, membuat publik mempertimbangkan kondisi psikologi mereka saat hendak mengambil keputusan ekonomi. Sebab, keputusan tersebut akan sangat memengaruhi perilaku ekonomi mereka dan akhirnya juga pasar.

Kepada pers, Thaler mereaksi berita kemenangannya dengan antusias. Saya ditanya, untuk apa saja hadiah sebesar itu untuk usia yang tidak muda? Sambil berseloroh, dia menjawab: ”Saya akan membelanjakan uang hadiah itu secara sangat tidak rasional.”

Dedi Junaedi

 

 

Tags: EkonomiNobelisPerilakuPsikologiRichard Thaler
Share151Tweet94Send
Previous Post

Sistem Kekebalan Tubuh

Next Post

Dunia  2025 versi Peter Diamandis

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result