Islamabad, Gontornews — Pemerintah Pakistan menantang Perdana Menteri India, Narendra Modi, untuk membuka koridor keagamaan bagi penganut Sikh bersejarah di Katarpur 9 November 2019 mendatang.
Sebelum konflik Kashmir dan Jammu menyeruak, pemerintah India dan Pakistan sepakat untuk membuka pintu perbatasan Katarpur demi memfasilitasi penganut agama Sikh untuk beribadah. Rencananya, wilayah Katarpur akan menjadi wilayah bebas visa bagi penganut Sikh yang berasal dari Pakistan maupun India.
“(Awalnya) Modi enggan untuk membuka Katarpur. Tetapi, ia lantas menyetujuinya karena mendapatkan tekanan dari komunitas Sikh di India,” ungkap Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi dalam konferensi persnya, Ahad (20/10).
“Hentikan kami jika anda bisa, kami akan tetap membuka koridro Katarpur,” tantang Qureshi sebagaimana dilansir Daily Times.
Katarpur merupakan tempat keagamaan bersejarah bagi komunitas Sikh di Pakistan maupun India. Mayoritas komunitas Sikh berkumpul di Katarpur untuk memperingati hari kematian pendiri Sikh, Baba Guru Nanak di Gurdwara Katarpur Sahib.
Dalam diskusi mengenai rencana pembukaan wilayah Katarpur, Pakistan mengusulkan biaya 20 Dollar AS sebagai ‘tarif’ yang dibebankan kepada pengunjung, sementara India tidak mengusulkan biaya karena alasan menjaga koridor.
Berbeda dengan Modi, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengaku bahwa pembukaan koridor Katarpur sebagai pusat keagamaanutama bagi komunitas Sikh akan bermanfaat bagi warga sekitar.
“(Itu) akan mendorong ekonomi lokal, menghasilkan devisa bagi negara dan menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor termasuk perjalanan maupun perhotelan,” pungkas Imran Khan. [Mohamad Deny Irawan]


















