Chicago, Gontornews — Sejumlah penelitian yang digagas dalam pertemuan Anesteshiology 2019 mengungkapkan bahwa penggunaan ganja untuk keperluan medis sangat menjanjikan. Ganja dianggap lebih memiliki manfaat ketimbang opioid yang selama ini digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit.
Secara khusus, ganja dianggapmemiliki sejumlah keunggulan, yaitu: 1) menurunkan tingkat overdosis dari penggunaan opioid; 2) menurunkan pengguna opioid; 3) meningkatkan kualitas hidup serta; 4) meningkatkan kontrol terhadap rasa sakit.
βSecara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa ganja medis dapat memberikan beberapa manfaat dalam mengurangi penyalahgunaan opioid. Tetapi, penelitian ini bukan uji coba terkontrol-acak yang membandingkan ganja dengan plasebo, untuk mengetahui apa manfaat sebenarnya yang kita butuhkan,β ungkap peneliti utama dari Rush University Medical Center Chicago, Mario Moric MS.
βAda masalah lain yang juga perlu dipertimbangkan yakni efek samping dan fakta bahwa produk-produk tersebut tidak memiliki aturan yang jelas,β tambah Moric sebagaimana dilansir Scitech Daily.
Sementara itu, peneliti lain, Asokumar Buvanendran, mengatakanΒ bahwa belum ada penelitian yang menjelaskan tentang efek jangka panjang dari penggunaan ganja untuk keperluan medis.
βEfek jangka panjang dari ganja medis belum diketahui dan belum diteliti. Bukti klinis awal menunjukkan bahwa ganja mungkin saja memiliki efek yang merugikan otak,β tutur Buvanendran yang juga merupakan ketua dari American Society Anesthesiologists (ASA).
Penelitian tersebut lantas menghasilkan bahwa ganja medis memiliki sejumlah manfaat positif seperti mengurangi 29 persen overdosis opioid di negara-negara pengguna ganja medis, mengurangi pengguna opioid sebesar 44 hingga 66 persen terutama mereka yang memiliki nyeri kronis.
Akan tetapi, beberapa peneliti juga menemukan sejumlah kerugian yang dihasilkan dari penggunaan ganja medis seperti meningkatkan rasa sakit sebagian pasien yang memiliki riwayat penyakit yang lebih banyak.
βSementara ini, kami menunggu penelitian yang lebih baik tentang ganja sehingga dokter anestesi seperti kami dapat menawarkan banyak obat non-opioid dan alternatif lain untuk mengobati nyeri kronis seperti suntikan, blok saraf, terapi fisik dan menstimulasi sumsum tulang belakang,β pungkas Buvanendran. [Mohamad Deny Irawan]





















