Dubai, Gontornews — Parlemen Arab mengutuk pelarangan shalat Tarawih di masjid-masjid Sana’a dan daerah lain di bawah kendali Houthi dengan kekuatan senjata, kantor berita Yaman Saba News melaporkan pada hari Ahad (2/5).
Parlemen mengatakan perilaku ini merupakan sebagai salah satu dari beberapa pelanggaran mencolok yang dilakukan oleh milisi terhadap orang-orang Yaman.
“Perilaku kebencian ini bertentangan dengan prinsip-prinsip agama dan bertentangan dengan konvensi internasional yang menegaskan penghormatan terhadap kebebasan berkeyakinan dan perlindungan tempat ibadah,” kata Parlemen Arab dalam sebuah pernyataan dikutip Arabnews.com.
Parlemen juga mengatakan, perilaku ini menambah panjang daftar kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Houthi.
Parlemen menambahkan bahwa Houthi menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kesucian ritual keagamaan dan perasaan Muslim selama bulan Ramadhan.
“Upaya milisi untuk memaksakan pandangan dan keyakinan religiusnya dengan paksa pada orang-orang Yaman merupakan bentuk terorisme agama yang dipraktikkan oleh mereka bersama dengan serangan teroris berkelanjutan terhadap warga sipil,” bunyi pernyataan itu.
Parlemen Arab meminta organisasi regional dan internasional untuk menolak dan mengecam tindakan Houthi yang menargetkan prinsip-prinsip koeksistensi agama dan perdamaian di negara itu. []




















