Tripoli, Gontornews — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam penembakan sebuah rumah sakit di Tripoli, Libya. PBB menyebutnya sebagai “pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional” apalagi Libya sedang berjuang melawan wabah virus corona baru.
Pada hari Senin (6/4), proyektil menghantam halaman Rumah Sakit Umum Al Khadra yang terletak di daerah yang dikuasai oleh pemerintah yang diakui secara internasional. Serangan itu melukai setidaknya enam petugas kesehatan.
Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan pada konferensi pers yang diadakan melalui tautan video bahwa PBB “terkejut” demi mengetahui penembakan tersebut.
Dia membacakan pernyataan Koordinator Kemanusiaan untuk Libya, Yacoub El Hillo.
“Pada saat orang-orang di Libya tidak membutuhkan apa-apa selain rumah yang aman dan fasilitas medis yang berfungsi, kami menerima berita tentang serangan lain terhadap sebuah rumah sakit,” kata pernyataan itu.
“Ini adalah pelanggaran yang jelas terhadap hukum humaniter internasional … Itu tidak dapat diterima pada saat perawatan kesehatan dan petugas kesehatan sangat penting dalam perjuangan melawan pandemi global,” kata Laerke mengutip El Hillo.
“Serangan yang menyedihkan seperti ini mengakibatkan kerusakan fasilitas medis yang paling dibutuhkan, tidak dapat dibenarkan,” kata Laerke.
Dewan distrik Abu Salim mengatakan rumah sakit itu dihantam oleh roket yang ditembakkan oleh Tentara Nasional Libya (LNA) yang berpusat di timur, yang dipimpin komandan militer pemberontak Khalifa Haftar, yang telah berusaha untuk merebut Tripoli sejak April lalu.
Abu Salim memposting foto-foto yang memperlihatkan mobil rusak di halaman rumah sakit.
Mahmoud Abdelwahed dari Aljazeera yang melaporkan dari Tripoli mengatakan, enam petugas kesehatan terluka dalam serangan itu.
“Rumah sakit mengalami kerusakan substansial dalam serangan itu. Tidak hanya itu, salah satu rumah sakit terbesar di Tripoli, itu merupakan satu-satunya rumah sakit yang didedikasikan untuk pasien COVID-19, yang baru-baru ini dipindahkan ke sana,” kata Abdelwahed.
Infrastruktur kesehatan Libya telah banyak berkurang akibat konflik bertahun-tahun sejak pemberontakan 2011 terhadap orang kuat Muammar Gaddafi. Lembaga-lembaga bantuan telah memperingatkan bahwa Libya tidak siap untuk menghadapi wabah besar coronavirus. Libya telah mengonfirmasi 18 kasus virus corona.
Konflik Libya telah meningkat tajam selama dua pecan terakhir.[]

![Enam petugas kesehatan terluka dalam serangan di rumah sakit Tripoli [Hazem Turkia / Anadolu]](https://i0.wp.com/gontornews.com/wp-content/uploads/2020/04/libya-2.jpg?resize=750%2C375&ssl=1)


















