Jerusalem, Gontornews — Penerbangan komersial pertama dari Uni Emirat Arab (UEA) ke Israel mendarat di dekat Tel Aviv pada hari Senin (19/10), sebulan setelah kedua negara itu menandatangani perjanjian normalisasi hubungan.
Penerbangan Etihad Airways EY 9607 dari Abu Dhabi mendarat di bandara Ben Gurion pada pagi hari tanpa penumpang di dalamnya, yang ada hanya awak pesawat, kata juru bicara Otoritas Bandara Israel.
Pesawat itu menjemput para wisatawan profesional Israel, yang akan terbang ke UEA untuk kunjungan perjalanan dua hari yang diselenggarakan oleh perusahaan Israel Maman Group, kata juru bicara itu.
“Etihad telah menjadi maskapai Teluk pertama yang mengoperasikan penerbangan penumpang ke Israel. Dan ini baru permulaan,” kata maskapai itu di Twitter.
Sebelumnya, pesawat Etihad telah mendarat di Ben Gurion dengan membawa persediaan medis pada Mei dan Juni untuk membantu warga Palestina mengatasi pandemi virus corona.
Palestina, yang keberatan dengan kesepakatan yang dibuat Israel dengan UEA, menolak untuk menerima bantuan.
Pada bulan Agustus, Israel dan UEA mengumumkan telah mencapai kesepakatan yang ditengahi AS untuk menormalisasi hubungan, setelah bertahun-tahun menjalin kerjasama ekonomi dan keamanan secara rahasia.
Parlemen Israel, Knesset, meratifikasi kesepakatan dengan UEA pekan lalu.
UEA dan Israel pada Selasa akan menandatangani perjanjian untuk 28 penerbangan komersial pekanan antara kedua negara, kata seorang pejabat kementerian transportasi.
Sementara itu di Manama pada hari Ahad (18/10), Israel dan Bahrain menandatangani kesepakatan untuk menjalin hubungan.
UEA dan Bahrain menjadi negara Arab ketiga dan keempat yang menormalkan hubungan dengan Israel, menyusul kesepakatan damai Israel dengan Mesir tahun 1979 dan pakta Israel dengan Yordania tahun 1994. []





















