Athena, Gontornews — Setidaknya dua belas orang tewas tenggelam ketika perahu mereka tenggelam di sebuah pulau di Yunani barat pada 11 Januari, kata pihak berwenang Yunani. Tragedi ini menandai korban paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir krisis migran di Yunani.
“Sebanyak 21 orang lainnya berhasil diselamatkan,” kata penjaga pantai itu seperti dirilis hurrriyetdailynews.com.
Helikopter dan kapal menyusuri daerah barat daya Pulau Paxos untuk mencari lebih banyak korban selamat. Pihak berwenang mengatakan, ada sekitar 50 orang berada di kapal yang naas itu.
Pihak berwenang Yunani mengatakan, mereka telah bergegas ke daerah itu setelah menerima sinyal bahaya dari kapal yang mulai kemasukkan air.
Otoritas Yunani secara teratur mendeteksi muatan kapal migran yang menuju Yunani dari Turki.
Yunani berada di garis depan krisis migran Eropa pada 2015 dan 2016, ketika lebih dari satu juta orang mencapai negara itu, melarikan diri dari perang di Timur Tengah dan sekitarnya. Kamp-kamp dan pusat penampungan migran di pulau-pulau terpencil yang menghadap Turki sangat padat.
Hampir 74.500 migran dan pengungsi berangkat ke Yunani pada tahun 2019, sebagian besar dari mereka melalui laut, menurut UNHCR, badan pengungsi PBB.
Ratusan migran dan pengungsi tewas dalam beberapa tahun terakhir ketika berusaha menyeberangi lautan dengan perahu kecil yang kelebihan muatan.
Lebih dari 60 orang telah meninggal tahun ini, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi. []





















