Jakarta, Gontornews — Letak geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api atau ring of fire menggambarkan tentang kondisi Indonesia yang akan selalu berhadapan dengan musibah dan bencana seperti gempa dan tsunami. Oleh karena itu, sebelum musibah datang diperlukan tanggap darurat bencana sejak dari awal.
Kepada pemerintah Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta agar lebih siap dan sigap dalam menghadapi dan mengatasi bencana alam yang sering kali terjadi. “Diperlukan peningkatan kuantitas dan kapasitas penanggulangan bencana, termasuk penyediaan early warning system yang melibatkan berbagai pihak seperti BMKG,” tulis PP Muhammadiyah dalam keterangan persnya, Selasa (2/10).
PP Muhammadiyah juga minta agar pihak terkait, seperti BMKG, BNPB, Basarnas dan yang lainnya, agar memberikan penjelasan terkait solusi menghadapi bencana kepada masyarakat, bukan sekadar penjelasan ilmiah bagaimana bencana itu terjadi. “Dalam memberikan pernyataan, hendaknya lebih mengutamakan langkah-langkah penanganan dan panduan bagi masyarakat, bukan pada penjelasan ilmiah yang berlebihan tentang terjadinya musibah,” lanjut PP Muhammadiyah.
Selain itu, PP Muhammadiyah mengajak masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah agar terbangun rasa kemanusiaan dalam membantu saudara-saudaranya yang tertimpa musibah. “Kepada segenap warga Muhammdiyah dan masyarakat luas dihimbau untuk menggalang dukungan dana dan bantuan sebagai wujud kepeduliaan dan kesetiakawanan sosial, untuk meringankan beban saudara-saudara sebangsa yang tengah mengalami musibah di Sulawesi Tengah tersebut,” ajak PP Muhammadiyah.
Selain itu PP Muhammmadiyah juga menyampaikan dukanya yang mendalam bagi seluruh korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. “Mari seraya mendoakan untuk masyarakat yang menjadi korban, semoga mereka yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, dan yang sakit semoga diberikan kesembuhan oleh Allah, serta diberikan ketabahan dalam menjalani musibah,” jelas PP Muhammadiyah. [Muhammad Khaerul Muttaqien]


















