Valetta, Gontornews — Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat, berencana mengundurkan diri dari jabatannya saat ini, Jum’at (29/11). Keputusan ini diambil menyusul berlanjutnya investigasi terhadap skandal kematian jurnalis, Daphne Caruana Galizia.
Sebelum menyampaikan niatnya untuk mundur dari kursi Perdana Menteri Malta kepada publik, Muscat diketahui bertemu Presiden George Vella di Istana San Anton, Jum’at. Sejulah sumber mengatakan bahwa Muscat akan menyampaikan pidato pengunduran dirinya melalui siaran televisi.
Belum diketahui, apakah wakil Perdana Menteri, Chris Fearne akan mengambil alih kursi kepemimpinan Muscat. Namun, dua sumber yang dekat pemerintah, sebagaimana dilansir Time of Malta, menyebut bahwa Januari adalah waktu yang tepat bagi Malta untuk menentukan siapa Perdana Menteri baru pengganti Joseph Muscat.
Meski demikian, partai buruh, yang menyokong kepemimpinan Muscat, mengaku bahwa banyak dari anggotanya yang merasa tidak nyaman, sedih dan sakti setelah penyelidikan atas kematian jurnalis Caruana Galizia dilakukan.
Belum jelas apakah Muscat akan kembali mencalonkan dirinya sebagai Perdana Menteri Malta pada pemilihan umum berikutnya. Namun, sumber-sumber dari internal partai buruh mengatakan ia belum berencana untuk meninggalkan kursi Perdana Menteri.
Sejak terpilih sebagai Perdana Menteri pada Maret 2013, Jospeh Muscat menjelma sebagai salah satu Perdana Menteri paling sukses dalam sejarah Malta setelah menjadikan partai buruh sebagai inti penggerak pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, rendahnya angka pengangguran menjadi salah satu prestasi Joseph Muscat kala menjabat sebagai Perdana Menteri Malta. Namun, tuduhan korupsi, serta isu rusaknya lingkungan hidup memperburuk citranya di hadapan masyarakat Malta. [Mohamad Deny Irawan]





















