Yangon, Gontornews — Pihak berwenang Myanmar membuka penyelidikan atas penyalahgunaan kekuasaan oleh pasukan keamanan atas Muslim Rohingya setelah video menunjukkan polisi memukuli dan menendang warga desa, demikian media pemerintah melaporkan.
Video itu merekam gaya koboy polisi penjaga perbatasan selama “operasi pembersihan” di Desa Kotankauk, negara bagian Rakhine pada 5 November 2016.
“Sekarang, menurut laporan awal, tiga polisi ditahan,” kepala jurubicara pemerintah, Zaw Htay, mengatakan kepada kantor berita DPA, Senin. “Kami memiliki aturan dan ketentuan untuk polisi … Mereka akan dihukum sesuai dengan hukum polisi.”
Video itu memperlihatkan polisi sedang memukul kepala seorang anak muda saat ia berjalan, di mana saat itu puluhan penduduk desa didudukkan berbaris di tanah dengan tangan di belakang kepala mereka.
Tiga petugas berseragam kemudian mulai menyerang salah seorang yang duduk, memukulinya dengan tongkat dan menendang wajahnya berulang kali.
Seorang aktivis Rohingya yang dihubungi oleh kantor berita AFP mengatakan, rekaman itu telah dibenarkan oleh seorang pengungsi di kamp terdekat, Shilkhali.
Pasukan keamanan Myanmar telah dituduh melakukan kekerasan ekstrim selama operasi keamanan di seluruh desa Rakhine, dekat perbatasan bagian barat negara itu, menyusul serangan mematikan terhadap polisi pada bulan Oktober lalu. Sejak saat itu ribuan warga Rohingya telah melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh. [Rusdiono Mukri]


















