New York, Gontornews — Sebuah laporan PBB memproyeksikan populasi India akan melampaui Cina sebagai negara terpadat di dunia tahun depan. Laporan dari The World Population Prospects 2022 yang dilakukan oleh Divisi Populasi United Nations Department of Economic and Social Affairs memaparkan proyeksi itu sekaligus memprediksi bahwa populasi global akan mencapai delapan miliar orang pada pertengahan November 2030 mendatang. Angka ini akan terus berlanjut hingga mencapai 9,7 miliar orang pada 2050.
Dengan pertumbuhan populasi paling lambat sejak Perang Dunia Kedua ini populasi manusia bisa bertambah hingga 10,4 miliar manusia pada tahun 2080. Tren ini akan terus berlanjut setidaknya hingga tahun 2100.
“Hari Populasi Dunia hari ini (11/7/2022) jatuh pada tahun tonggak sejarah ketika kita sedang mengantisipasi kelahiran delapan miliar penduduk bumi. Ini adalah kesempatan untuk merayakan keragaman kita, mengakui kemanusiaan kita dan mengagumi kemajuan kesehatan yang berhasil memperpanjang rentang hidup serta secara dramatis mengurangi angka kematian ibu dan anak,” ungkap Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sebagaimana dilansir Hindustan Times.
“Pada saat yang sama, ini adalah pengingat tanggung jawab kita bersama untuk terus merawat planet kita sekaligus momen di mana kita masih gagal untuk memenuhi komitmen kita satu sama lain,” sambung Guterres.
Selain peningkatan populasi India ada beberapa temuan lain dalam laporan tersebut, yakni:
- India diproyeksikan melampaui Cina sebagai negara terpadat di dunia selama 2023.
- Lebih dari setengah proyeksi peningkatan populasi global hingga tahun 2050 terkonsentrasi di delapan negara termasuk India.
- Tujuh negara lainnya adalah Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ethiopia, Nigeria, Pakistan, Filipina dan Tanzania.
- Populasi Australia dan Selandia Baru, Afrika utara dan Asia Barat dan Oseania diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat namun akan positif hingga akhir abad ini.
- Asia Timur dan Tenggara, Asia Tengah, Afrika Utara, Asia Barat dan Oseania diperkirakan akan mencapai puncak populasi dan menyaksikan penurunan sebelum tahun 2100.
- Sejauh ini, India termasuk dari 10 negara dengan perkiraan arus keluar bersih migran mencapai lebih 1 juta dari 2010-2021. Di banyak negara, arus keluar disebabkan oleh perpindahan tenaga kerja sementara.
- Negara-negara seperti Suriah, Venezuela, Myanmar melaporkan arus migran keluar karena tidak amanan konflik
- Harapan hidup global saat lahir turun menjadi 71,0 pada tahun 2011, turun 72,8 pada tahun 2019. Sebagian besar karena dampak pandemi Covid-19.
- 46 negara kurang berkembang termasuk di antara negara yang paling cepat berkembang biak di dunia dalam hal populasi. Banyak juga diperkirakan akan berlipat ganda dalam populasi antara tahun 2022 dan 2050.
- Dua pertiga dari proyeksi peningkatan populasi global hingga tahun 2050 akan didorong oleh momentum pertumbuhan masa lalu,” [Mohamad Deny Irawan]


















