Jakarta, Gontornews–Presiden PKS Sohibul Iman tak sepakat dengan ide Kementerian Agama untuk membuat sertifikasi bagi penceramah atau da’i. Menurut Sohibul, aturan baru itu justru berpotensi menuai masalah baru.
“Menurut saya tidak perlu ada sertifikasi ini. Tapi bagaimana lembaga-lembaga pendidikan yang selama ini melahirkan dai, kualitasnya ditingkatkan tanpa harus ada sertifikasi,” ujar Sohibul Iman seperti dilansir kumparan, Minggu (29/1) dini hari.
Menurut Sohibul, banyak dai yang muncul karena kemampuan alamiah. Ia khawatir ketika diterapkan sertifikasi justru membatasi dakwah masyarakat.
“Ketika ada sertifikasi ini kan mendalami sebuah proses formalisasi,” ujarnya.
Rencana sertifikasi da’i ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Tujuannya agar para penceramah memiliki standar ilmu yang mencukupi dan tidak SARA.
“Kementerian Agama sedang bekerja keras untuk merumuskan apa kualifikasi atau kompetensi yang diperlukan sebagai standar dari penceramah itu agar kemudian bisa diakui sebagai penceramah yang qualified,” kata Lukman, Kamis (26/1).
Perumusan ini akan melibatkan beragam tokoh, ormas, dan majelis agama. Kemenag juga akan menentukan pihak mana yang berwenang memberikan sertifikat. (fathur)




















